Suara.com - Gaya rumah Scandinavian tengah populer dan makin diminati banyak orang. Bahkan, banyak orang menerapkannya di daerah pedesaan.
Desain rumah Scandinavian mengutamakan pencahayaan rumah yang alami dan penggunaan warna-warna netral. Selain itu, material yang digunakan juga didominasi bebatuan serta kayu.
Berdasarkan ciri tersebut, sudah bisa dibayangkan bahwa konsep rumah Scandinavian terlihat nyaman, hangat dan tetap modern meski bergaya minimalis.
Rumah bergaya Scandinavian sangat cocok untuk pedesaan karena desainnya yang sederhana, fungsional, dan menyatu dengan alam.
Berikut beberapa alasan konsep rumah Scandinavian cocok dibangun di pedesaan:
1. Pencahayaan alami maksimal
Rumah Scandinavian biasanya memiliki jendela besar yang memungkinkan cahaya masuk dengan optimal, sehingga menghemat energi dan menciptakan suasana terang serta nyaman.
2. Material alami
Penggunaan kayu dan batu sebagai elemen utama membuat rumah ini harmonis dengan lingkungan pedesaan, memberikan kesan hangat dan alami.
Baca Juga: 6 Inspirasi Desain Rumah Ala Pinterest, Bikin Hunian Lebih Estetik dan Nyaman
3. Desain minimalis dan terbuka
Dengan konsep yang mengutamakan pencahayaan alami dan ventilasi yang baik, rumah Scandinavian lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
4. Estetika sederhana namun elegan
Warna-warna netral dan desain yang bersih memberikan kesan modern tanpa menghilangkan nuansa alami pedesaan.
Konsep rumah Scandinavian juga mendukung kehidupan yang lebih dekat dengan alam dan memberikan kenyamanan tersendiri.
Supaya tidak bingung, berikut tiga rekomendasi desain rumah Scandinavian yang bisa diterapkan di daerah pedesaan.
1. Rumah kayu Scandinavian
Rumah kayu bergaya Scandinavian menggabungkan estetika minimalis dengan kehangatan material alami, menciptakan hunian yang nyaman dan fungsional.
Material utama dari desain rumah ini adalah kayu untuk memperkuat estetika Scandinavian. Tidak hanya memberikan kesan alami dan ramah lingkungan, bahan kayu juga membuat rumah terasa sejuk.
Desain interior rumah panggung bergaya Scandinavian menerapkan konsep open space dengan sedikit sekat, menciptakan kesan luas dan fungsional.
Jendela besar dan pintu kaca menjadi elemen utama yang memaksimalkan pencahayaan alami, membuat rumah lebih terang dan hemat energi.
Selain itu, area bawah rumah yang terbuka bisa dimanfaatkan sebagai ruang santai atau tempat penyimpanan, meningkatkan fungsi hunian secara keseluruhan.
2. Rumah batu alam
Rumah satu lantai berbahan batu alam menghadirkan kesan kokoh dan alami, ideal untuk lingkungan pedesaan.
Materialnya tidak hanya memiliki tekstur unik dan warna alami, tetapi juga berfungsi sebagai isolator termal, menjaga suhu dalam rumah tetap stabil.
Atap pelana yang curam, khas gaya Scandinavian, mendukung sirkulasi udara yang baik sekaligus menambah estetika elegan pada hunian.
Interior rumah dengan batu alam biasanya mengusung konsep minimalis, didominasi oleh warna netral dengan sentuhan elemen kayu untuk menambah estetika.
3. Rumah bata ekspos
Rumah bata ekspos dengan konsep minimalis menggabungkan nuansa rustic dan gaya Scandinavian yang sederhana namun fungsional.
Penggunaan bata merah tanpa plester memberikan tekstur alami dan warna hangat yang kontras dengan elemen netral seperti putih pada fasad.
Desain ini menciptakan tampilan menarik, mudah dirawat, dan ideal untuk lingkungan pedesaan yang mengutamakan kepraktisan.
Desain rumah ini biasanya memiliki jendela besar yang memaksimalkan cahaya alami, membuat interior terasa lebih terang dan lapang.
Material kayu pada kusen jendela atau aksen dinding memberikan kesan hangat dan memperkuat nuansa alami khas Scandinavian.
Selain itu, tata ruang terbuka dengan sedikit sekat meningkatkan kenyamanan dan fleksibilitas dalam penggunaan ruang.
Itulah alasan dan rekomendasi desain rumah berkonsep Scandinavian yang sangat cocok diterapkan di daerah pedesaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Tembus Tembok Retail Modern: Cara UMKM Jakarta Barat Naik Kelas dari Lokal ke Global
-
5 Shio Paling Hoki Besok 14 Januari 2026, Ada Ular dan Monyet
-
7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
-
5 Body Lotion Kolagen untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Kenyal dan Sehat Terawat
-
5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
-
Bikin Cuan Ngalir Terus, Ini 7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan untuk Dekorasi Rumah
-
16 Januari 2026 Libur Isra Miraj, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Umat Islam
-
4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
-
Bukan Buka Luka Lama, Psikolog Ungkap Pentingnya Aurelie Moeremans Tulis Pengalaman Traumatiknya
-
Viral Kisah Pilu Aurelie Moeremans, Ini Ciri Pelaku Child Grooming yang Perlu Diwaspadai