Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya pembangunan berkelanjutan, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan inklusif.
Tidak hanya sebagai pusat ilmu pengetahuan, kampus juga diharapkan menjadi pelopor perubahan dalam berbagai aspek, mulai dari riset, kurikulum, hingga operasional ramah lingkungan.
Salah satu contoh nyata komitmen ini datang dari Australia, di mana Western Sydney University (WSU) kembali mencetak sejarah di panggung internasional.
Pada tahun 2025 ini, Western Sydney University berhasil mempertahankan posisinya sebagai universitas paling berkelanjutan di dunia versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Di antara lebih dari 2.300 institusi pendidikan tinggi dari seluruh dunia yang telah dievaluasi, kampus ini berhasil menduduki posisi teratas.
THE Impact Rankings sendiri merupakan standar internasional terkemuka dalam menilai kemajuan institusi pendidikan tinggi berdasarkan aspek sosial dan lingkungan.
Penilaian ini memberikan penghargaan atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup, mendorong kesetaraan, serta mempromosikan keberlanjutan baik di Australia maupun di berbagai wilayah lainnya melalui kehadiran kampus internasional, termasuk di Surabaya, Indonesia.
“Western Sydney University adalah universitas yang progresif, inklusif, dan berorientasi global, mencerminkan keberagaman komunitas.” ujar Vice-Chancellor and President, Distinguished Professor George Williams AO.
“Pengakuan tingkat dunia ini sekaligus menunjukkan makin luasnya jangkauan dan pengaruh universitas di kawasan seperti Indonesia,” lanjutnya.
Baca Juga: Menembus Batas Budaya, Strategi Psikologis Mahasiswa Rantau
Berbeda dari pemeringkatan universitas pada umumnya yang lebih berfokus pada reputasi akademik, THE Impact Rankings menilai kontribusi nyata institusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa – yang mencakup aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.
“Western Sydney University menunjukkan kepada dunia bagaimana universitas dapat menjadi penggerak perubahan,” ujar Professor Williams.
“Semakin banyak pihak menyerukan agar institusi pendidikan tinggi tidak hanya menjadi penyedia Pendidikan, tapi juga mengambil peran aktif dalam menghadapi berbagai tantangan global dan inilah yang saat ini sedang kami lakukan,” katanya lagi.
Western Sydney University menjalin kolaborasi lintas negara dengan institusi dan masyarakat di Australia dan di sejumlah negara lainnya seperti Indonesia, Vietnam, dan India, dalam mewujudkan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendekatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Pemeringkatan ini mengevaluasi sejauh mana institusi pendidikan tinggi mampu menunjukkan kemajuan nyata dalam pencapaian SDGs, seperti kesetaraan gender, akses energi bersih, pengurangan kesenjangan, dan pembangunan kota berkelanjutan, semuanya sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia.
Selain meraih peringkat 1 secara keseluruhan di dunia, Western Sydney University juga mencatatkan pencapaian top-10 global dalam berbagai kategori SDG berikut:
- Peringkat 4 Dunia – SDG 15: Ekosistem Daratan
- Peringkat 7 Dunia – SDG 5: Kesetaraan Gender
- Peringkat 8 Dunia – SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim & SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
- Peringkat 9 Dunia – SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
- Peringkat 10 Dunia – SDG 14: Ekosistem Lautan & SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau
Pengakuan ini menjadi momentum penting bagi komunitas global Western Sydney University, termasuk mahasiswa, alumni, dan mitra di Indonesia.
Seiring dengan hadirnya Western Sydney University di Indonesia, pencapaian global ini menjadi momentum untuk mengundang lebih banyak mahasiswa, institusi, dan berbagai pihak agar turut berkontribusi dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan melalui pendidikan berkualitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar