Suara.com - Di tengah krisis iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial yang makin kompleks, peran generasi muda menjadi kunci perubahan.
Kesadaran bahwa masa depan planet ini sangat ditentukan oleh pola pikir dan tindakan hari ini mendorong banyak kampus mengembangkan pendekatan pendidikan yang lebih berdaya guna.
Tak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu, kampus juga ditantang untuk melahirkan agen-agen perubahan yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan peduli pada keberlanjutan.
Universitas Pelita Harapan (UPH) menunjukkan komitmen tersebut melalui ajang Grand Final Ambassador of UPH 2025 yang digelar pada 17 Juni lalu. Ajang ini bukan semata seleksi bergengsi, tetapi juga wadah pembinaan holistik untuk membentuk mahasiswa yang siap berdampak—termasuk dalam hal kesadaran lingkungan.
Melalui peran para duta kampus, UPH mendorong mahasiswa untuk tidak hanya bersinar di atas panggung, tetapi juga menyalakan perubahan yang relevan bagi masyarakat dan bumi.
Salah satu wujud nyata komitmen itu datang dari Kelly Alessandra Sugianto, mahasiswi Manajemen angkatan 2024 yang berhasil meraih gelar Winner Ambassador of UPH 2025. Dalam proyek pribadinya bertajuk Ignite, Kelly menawarkan ruang kreatif bagi mahasiswa untuk berpikir dan berkarya dengan lebih sadar—termasuk terhadap dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas digital dan produksi konten.
Dengan menekankan pentingnya orisinalitas, kolaborasi, dan tanggung jawab, Kelly ingin menghidupkan budaya berkarya yang bukan hanya produktif, tetapi juga berdampak baik bagi sesama dan planet.
“Ignite akan menjadi wadah ide, tempat mahasiswa bisa bereksplorasi lewat konten, seni, dan komunitas. Saya berharap melalui proyek ini, saya dan teman-teman finalis lainnya bisa mendorong perubahan, bukan hanya lebih produktif, tapi juga lebih sadar akan panggilan hidup masing-masing,” ujar Kelly dalam sambutannya, dikutip Selasa (24/6/2025).
Di tengah euforia teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), Kelly mengajak mahasiswa untuk tidak kehilangan semangat mencipta secara mandiri. Ignite menggabungkan semangat kolaborasi, seni, dan teknologi ke dalam bentuk program podcast, produksi konten media sosial, hingga creative lab. Di sinilah relevansi nilai keberlanjutan muncul: kreativitas bukan hanya untuk popularitas, tetapi juga untuk kebermanfaatan.
Baca Juga: World of Barbie Jakarta Gandeng Naura Ayu, Tanamkan Semangat Percaya Diri pada Generasi Muda
Kampus sebagai inkubator gagasan pun semakin terlihat nyata. Dalam proyek ini, Kelly menerapkan pendekatan MBDL (More, Better, Different, Let Go), yang menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk mengubah perilaku konsumsi dan produksi—konsep yang sangat selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan.
Di tengah budaya digital yang cenderung instan dan berisik, Kelly mengingatkan pentingnya kesadaran: lebih sadar berkarya, lebih sadar dampak, dan lebih sadar tujuan.
Kegiatan Ambassador UPH sendiri sudah berjalan selama sepuluh tahun, namun tahun ini terasa lebih relevan dengan tantangan zaman. Dr. Eric Jobiliong, Vice President of Academics, Research, and Innovation UPH, menyataka bersyukur atas sepuluh tahun sudah Ambassador of UPH berjalan.
"Ini bukan hanya ajang mencari yang terbaik dari yang terbaik. Semua finalis adalah perwakilan kampus ini. Biarlah kalian menjadi terang dan berkat, baik di lingkungan UPH maupun di tengah masyarakat luas,” terangnya.
Melalui Ignite dan peran barunya sebagai Ambassador, Kelly dan para finalis lainnya diharapkan mampu menghidupkan nilai-nilai tanggung jawab sosial dan keberlanjutan secara konkret. Tidak lagi sekadar konsep dalam ruang kuliah, tetapi hadir sebagai aksi nyata di dunia digital dan keseharian mahasiswa.
Dalam konteks perubahan iklim, krisis sampah, dan tekanan sosial digital, inisiatif seperti Ignite bisa menjadi model bagaimana kampus membentuk agen perubahan—scholar, leader, and citizen—yang berkontribusi nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 Cushion Anti-Crack untuk Samarkan Garis Halus, Cocok buat Pemilik Kulit Kering
-
6 Shio Paling Beruntung yang Akan Raih Peluang Emas pada Selasa 12 Mei 2026
-
6 Cushion Lokal yang Murah dan Bagus: Mulai Rp50 Ribuan, Awet Hingga 12 Jam
-
4 Shio yang Hidupnya akan Lebih Baik dan Beruntung Pekan Ini
-
Benarkah Orang yang Belum Akikah Tidak Boleh Kurban? Ini Ketentuannya
-
5 Serum Mengandung Glycolic Acid untuk Menghilangkan Noda Hitam, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
9 Arti Mimpi Kucing Hitam, Pertanda Baik atau Buruk? Begini Maknanya
-
Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar
-
5 Rekomendasi Sheet Mask untuk Wajah Kusam, Kulit Jadi Cerah Mulai Rp3 Ribuan
-
Intip 5 Fasilitas Mewah RS JWCC Asih Tempat Alyssa Daguise Melahirkan