Suara.com - Kesehatan adalah harta yang paling berharga. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang berobat saat sakit, tetapi juga melakukan pencegahan. Salah satu langkah pencegahan yang penting adalah skrining riwayat kesehatan melalui BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menyediakan fitur skrining riwayat kesehatan yang sangat berguna untuk mendeteksi dini risiko penyakit kronis. Dengan demikian, kita bisa mengambil tindakan pencegahan lebih awal dan menjalani hidup yang lebih berkualitas.
Skrining riwayat kesehatan di BPJS Kesehatan adalah proses pengisian kuesioner singkat yang bertujuan untuk mengetahui potensi risiko Anda terhadap empat penyakit kronis utama: Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal Kronis, dan Jantung Koroner. Proses ini sangat mudah dan bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, melalui aplikasi Mobile JKN atau website resmi BPJS Kesehatan.
Mengapa Skrining Riwayat Kesehatan Penting?
Mungkin Anda bertanya, "Mengapa saya perlu melakukan skrining ini jika saya merasa sehat?" Jawabannya sederhana: banyak penyakit kronis yang tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Seringkali, saat gejala muncul, penyakit sudah berkembang ke tahap yang lebih serius dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Berikut beberapa alasan mengapa skrining riwayat kesehatan sangat penting:
- Deteksi Dini: Skrining membantu mengidentifikasi risiko Anda terhadap penyakit kronis bahkan sebelum gejalanya muncul. Dengan mengetahui risiko lebih awal, Anda memiliki waktu untuk mengubah gaya hidup atau mencari penanganan medis yang sesuai.
- Pencegahan: Hasil skrining dapat menjadi alarm bagi Anda untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, dan menghindari kebiasaan buruk.
- Pengelolaan Penyakit: Bagi Anda yang sudah memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kronis tertentu, skrining ini dapat menjadi panduan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengelola risiko dengan lebih baik.
- Pemanfaatan Layanan BPJS Kesehatan: Dengan melakukan skrining, Anda juga turut aktif dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan, sekaligus membantu program promotif dan preventif kesehatan nasional.
Bagaimana Cara Melakukan Skrining Riwayat Kesehatan?
Ada dua cara mudah untuk melakukan skrining riwayat kesehatan di BPJS Kesehatan:
1. Melalui Aplikasi Mobile JKN
Cara ini adalah yang paling praktis dan direkomendasikan karena Anda bisa melakukannya langsung dari smartphone Anda. Pastikan Anda sudah mengunduh aplikasi Mobile JKN dan memiliki akun.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Janji Bayar Tunggakan BPJS Kesehatan: Rapat di Hotel, tapi Rakyat Meninggal
- Unduh dan Login Aplikasi Mobile JKN: Jika belum punya, unduh aplikasi Mobile JKN di Google Play Store atau App Store. Setelah terinstal, buka aplikasi dan login menggunakan nomor kartu BPJS Kesehatan/NIK dan password Anda. Jika belum terdaftar, lakukan pendaftaran terlebih dahulu.
- Pilih Menu "Skrining Riwayat Kesehatan": Setelah berhasil login, cari dan pilih menu "Skrining Riwayat Kesehatan" yang biasanya terletak di halaman utama atau menu navigasi.
- Mulai Isi Kuesioner: Aplikasi akan menampilkan informasi singkat tentang tujuan skrining. Tekan tombol "Mulai Skrining" atau semacamnya untuk melanjutkan.
- Jawab Pertanyaan dengan Jujur: Anda akan disuguhkan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, gaya hidup, dan kebiasaan. Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur dan apa adanya. Akurasi jawaban Anda akan sangat memengaruhi hasil skrining.
- Selesaikan Kuesioner: Setelah mengisi semua pertanyaan, tekan tombol "Kirim" atau "Selesai".
- Lihat Hasil Skrining: Aplikasi akan langsung menampilkan hasil skrining Anda. Hasil ini akan menunjukkan apakah Anda memiliki risiko rendah, sedang, atau tinggi terhadap keempat penyakit kronis yang disebutkan di atas.
2. Melalui Website Resmi BPJS Kesehatan
Alternatif lain adalah melalui website resmi BPJS Kesehatan.
- Kunjungi Website: Buka browser di komputer atau smartphone Anda dan kunjungi portal BPJS Kesehatan.
- Cari Menu Skrining: Cari menu atau link yang bertuliskan "Skrining Riwayat Kesehatan" atau "Pelayanan Peserta" lalu pilih Skrining.
- Login atau Masukkan Data: Anda mungkin akan diminta untuk login atau memasukkan data diri seperti nomor kartu BPJS Kesehatan dan tanggal lahir.
- Ikuti Petunjuk: Proses selanjutnya akan mirip dengan aplikasi Mobile JKN, yaitu mengisi kuesioner pertanyaan. Ikuti petunjuk yang ada hingga selesai.
Setelah Skrining, Apa Selanjutnya?
Hasil skrining bukanlah diagnosis mutlak, melainkan indikator risiko.
- Risiko Rendah: Jika hasil skrining menunjukkan risiko rendah, ini adalah kabar baik! Namun, jangan lengah. Terus pertahankan gaya hidup sehat dan lakukan skrining secara berkala, minimal satu tahun sekali.
- Risiko Sedang atau Tinggi: Jika hasil skrining menunjukkan risiko sedang atau tinggi terhadap salah satu atau beberapa penyakit, jangan panik. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengambil tindakan. BPJS Kesehatan biasanya akan menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) Anda (puskesmas, klinik, atau dokter keluarga) untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan saran medis yang tepat.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Cara Mengatasi Uang JHT di Aplikasi JMO Tidak Cair, Ini Solusinya
-
Dulu Sempat Ragu, Kini Luna Maya Puji Layanan BPJS Usai Ibunya Dioperasi Tanpa Bayar!
-
Cara Pembaruan Data Rekening di SIPP BPJS Ketenagakerjaan untuk Pencairan BSU
-
Luna Maya Bangga Pakai BPJS, Biaya Operasi Ibunda Rp 120 Juta Ditanggung
-
PMI Meninggal di Korsel, Pemerintah Pulangkan Jenazah dan Salurkan Santunan Ketenagakerjaan
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Seni Wastra di Atas Meja: Resto Takeover yang Hadirkan Menu Favorit Kartini
-
Peluang 16 Mahasiswa FH UI Kuliah Lagi Setelah Status Nonaktif Selesai
-
7 Sabun Cuci Muka Pria yang Ampuh Mencerahkan, Atasi Beruntusan dan Kulit Belang
-
Harga Plastik Makin Tinggi, Coba 7 Alternatif Wadah Makanan Pengganti yang Aman
-
7 Rekomendasi Kipas Angin Portable yang Awet, Praktis Dibawa ke Mana Saja
-
Beda Status DO dan Nonaktif Sementara, Sanksi yang Diterima 16 Mahasiswa FH UI
-
6 Bedak Padat Anti Air dengan Oil Control, Tahan Lama di Wajah Bebas Kilap Seharian
-
4 Rekomendasi Sabun untuk Mesin Cuci Front Loading, Minim Busa dan Aman Digunakan
-
Setelah Erika, Muncul Lagu 25 Karat dari ITB yang Bermuatan Pelecehan Seksual
-
5 Bedak Padat Wardah Untuk Menutupi Flek Hitam, Harga Murah Coverage Juara