-
- Tekanan ekonomi global membuat banyak mahasiswa Yogyakarta kesulitan memenuhi kebutuhan harian dan membutuhkan literasi finansial yang lebih kuat.
- Kuliah umum UMY menyoroti pentingnya perencanaan keuangan dan mitigasi risiko, dengan Avrist Assurance menekankan keputusan finansial bijak sejak dini.
- Beasiswa Living Cost meringankan beban ekonomi dan mendukung keberlanjutan studi mereka.
Suara.com - Tekanan ekonomi global sepanjang 2025 membuat banyak kelompok harus menyesuaikan diri, termasuk mahasiswa yang hidup jauh dari keluarga.
IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia hanya 2,8–3,2 persen, dan di Indonesia pertumbuhan triwulan I 2025 pun melambat ke 4,87 persen.
Konsumsi rumah tangga turun, biaya hidup naik, sementara kebutuhan mahasiswa semakin kompleks—mulai dari kebutuhan dasar hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Di Yogyakarta, kota pelajar terbesar di Indonesia, banyak mahasiswa mengaku kesulitan menutup biaya sehari-hari. Mereka harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan paruh waktu, dan kebutuhan akademik.
Di tengah tekanan tersebut, kemampuan mengelola keuangan menjadi kebutuhan mendesak, meski tidak semua mahasiswa memiliki literasi finansial memadai.
Isu itu menjadi salah satu fokus kuliah umum bertema Peran Asuransi Jiwa dalam Membangun Masa Depan Keuangan Mahasiswa yang Berkelanjutan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 25 November 2025. Pada sesi tersebut, Direktur Bisnis Avrist Assurance Aldi Rinaldi menekankan pentingnya pemahaman finansial sejak dini.
“Kami ingin memberikan pemahaman yang kuat dan komprehensif bagi para mahasiswa agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan bijak, termasuk mengelola risiko masa depan,” ujarnya.
Pada hari yang sama, 230 mahasiswa dari 22 kampus di Yogyakarta menerima bantuan Beasiswa Living Cost. Bantuan diberikan dalam bentuk kebutuhan pokok untuk mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
Program CSR ini diinisiasi Avrist Assurance bekerja sama dengan UMY dan berbagai lembaga kampus agar penyaluran tepat sasaran.
Baca Juga: Ide Kecil Bisa Jadi Dampak Besar: Cara Mahasiswa Ubah Gagasan Jadi Bisnis Berkelanjutan
Menurut Aldi, dukungan ini bukan hanya bantuan jangka pendek, tetapi investasi sosial bagi keberlanjutan pendidikan.
“Kami percaya setiap mahasiswa punya potensi besar untuk menciptakan perubahan. Dengan dukungan ini, kami berharap mereka dapat fokus pada pengembangan diri dan meraih prestasi,” katanya.
Bagi sebagian mahasiswa, bantuan semacam ini dapat menentukan keberlanjutan studi mereka. Banyak penerima mengaku lebih tenang karena sebagian beban biaya harian berkurang, sehingga mereka bisa kembali fokus belajar.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir
-
5 Rekomendasi Cushion Korea Terbaik untuk Tutup Noda Hitam Tanpa Terlihat Dempul
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
5 Sepatu New Balance Diskon 50 Persen di Sports Station, Gaya Kekinian Hemat Uang
-
Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?
-
Mending Cushion atau Skin Tint untuk Hasil Natural? Cek Perbedaan dan 6 Rekomendasinya
-
7 Sunscreen untuk Pria Terbaik Anti Whitecast, Wajah Natural Tanpa Belang
-
Kekhawatiran Gula Anak Meningkat, Roti Berbasis Kini Stevia Jadi Pilihan Masyarakat
-
5 Pilihan Gel Moisturizer Wardah untuk Atasi Kusam hingga Breakout
-
6 Seri Puma Palermo Sedang Diskon Besar hingga Rp500 Ribu, Cek Daftar Harganya