- Pasar foodservice Indonesia diprediksi tumbuh signifikan mencapai USD 62,4 miliar pada 2025, didominasi wilayah Jabodetabek.
- Pengembangan bisnis kuliner memerlukan branding kuat, menu unik, konten media sosial otentik, dan pelayanan responsif.
- Pengiriman cepat dan aman sangat krusial untuk menjaga kualitas produk hingga konsumen.
Suara.com - Industri kuliner lagi diminati. Setiap hari ada aja brand baru yang muncul di media sosial—mulai dari pastry rumahan yang selalu sold out, jajanan daerah yang naik kelas berkat viral TikTok, sampai makanan beku siap santap yang makin dicari karena praktis.
Pertumbuhannya nggak main-main. Laporan Mordor Intelligence memprediksi pasar foodservice Indonesia bakal tembus USD 62,4 miliar di 2025 dan bisa naik hampir dua kali lipat di 2030. Mayoritas lonjakan ini datang dari kota besar seperti Jabodetabek dan kota-kota di Pulau Jawa.
Tapi di tengah industri yang kencang banget ini, kompetisinya tentu makin ketat. Kalau mau usaha kuliner makin moncer dan tak tenggelam di tengah keramaian, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan.
Berikut 5 tips biar bisnis kuliner kamu makin ngebut berkembang di 2025.
1. Branding Harus Kuat: Bikin Konsumen Ingat dalam Sekejap
Branding bukan cuma soal logo bagus. Konsumen makin pinter dan makin cepat lupa.
Branding yang kuat bikin produk kamu lebih gampang “nempel” di kepala konsumen.
2. Menu Harus Unik, Tapi Tetap Relevan
Konsumen sekarang suka coba hal baru, tapi tetap cari kenyamanan.
Baca Juga: Wajib Coba! Tenya, Restoran Tempura Legendaris Jepang, Buka Gerai Kedua di Gandaria City
Beberapa formula yang terbukti works, misalnya twist pada makanan rumahan (misal: ayam geprek keju mozzarella), comfort food versi premium, atau camilan nostalgia rasa masa kecil.
Intinya: unik, tapi tetap masuk akal.
3. Konten yang Selera Sosial Media: Asli, Singkat, Nendang
Bikin konten yang jujur, apa adanya, dan relatable.
Contoh konten yang sering viral misalnya behind the scene produksi, packaging orders yang banyak, atau reaksi pelanggan pertama kali nyobain.
Ingat, konsumen sekarang lebih percaya keaslian dibanding video super-polished.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Perbedaan Facial Wash dengan Facial Foam, Mana yang Paling Cocok untuk Tipe Kulitmu?
-
Terungkap! Ini Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip
-
Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
Apakah Face Mist Viva Bisa Jadi Setting Spray? Kenali Kandungan dan Fungsinya
-
Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses
-
Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas
-
Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi