Suara.com - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai kekuatan cerita dari Intellectual Property (IP) lokal bisa menjadi media komunikasi yang efektif untuk mengangkat isu keberlanjutan lingkungan.
Lewat karakter animasi, stiker, hingga konten digital, isu serius bisa dibungkus ringan namun tetap berdampak.
"Untuk ceritakan mengenai sustainabilitity itu apa, kita bisa mulai dengan suatu Intellectual Property (IP) dalam bentuk stiker. Tentu contoh karakter-karakter dalam bentuk IP lokal sudah mulai bermunculan," kata Irene dalam keterangan pers, Kamis (17/7).
Namun menurutnya, agar IP lokal tak berhenti jadi wacana semata, perbaikannya perlu menyentuh rantai pasok dan promosi. “IP lokal harus dibenahi dari sisi supply chain and promotions supaya bisa mendapat value added products,” ujarnya.
Irene juga menyoroti pentingnya menyelaraskan IP dengan nilai-nilai sustainability yang sudah mulai jadi perhatian konsumen. Ia menyebut media sosial sebagai saluran penting untuk menguatkan pesan ini, sekaligus mendorong peran para konten kreator agar konsisten mengusung isu lingkungan di dunia digital.
Di Green Impact Festival 2025 yang digagas Rakyat Merdeka bersama Society of Renewable Energy (SRE), Irene mendorong generasi muda untuk menjadikan kecintaan terhadap lingkungan sebagai kekuatan utama menghadapi transformasi teknologi, pangan, dan energi.
Festival ini menghadirkan ruang dialog lintas sektor: pemuda, industri, dan pemerintah bertemu dalam satu panggung untuk berbagi solusi atas tantangan lingkungan.
Ahmad Dekatama, kreator konten sekaligus pemilik akun TikTok @PasmingBased, menyebut konten yang dekat dengan keseharian justru lebih mampu mengubah perilaku. “Kita bisa mulai dengan konten bertema lifestyle yang paling relevan, misal bawa tumbler kemanapun kita pergi. Maka, kita bisa tinggalkan kemasan plastik dan mulai menjaga lingkungan dari diri sendiri,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya narasi yang ramah dan sesuai audiens. “Konten sustainability akan lebih efektif kalau kita memahami benar audiensnya. Kita tetap bisa membawa pesan yang berat dengan style kita sendiri sehingga bisa menanamkan kebiasaan yang baik,” tutupnya.
Baca Juga: Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Bikin Nobar Makin Seru, Saat Es Krim Jadi Teman Menikmati Pertandingan Piala Dunia
-
Rumus Skincare Malam untuk Atasi Keriput ala dr. Inez Putri, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
Rahasia Billy Davidson Menjaga Work-Life Balance di Tengah Jadwal Syuting yang Padat
-
Tips Skincare Pagi untuk Kulit Keriput dari Dokter, Simak 3 Rekomendasi Produknya!
-
JYS 2026 di Osaka Umumkan Pemenang, Pemuda Dunia Berinovasi dan Berkolaborasi
-
Japan Youth Summit 2026: Pemuda Dunia Berinovasi Lewat Proyek dan Cultural Exchange
-
5 Lip Oil Terfavorit di Shopee, Pembeli Akui Bibir Lebih Sehat dan Plumpy
-
3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing