Saat memilih sepatu sehari-hari, umumnya ukuran yang dipilih sesuai dengan kaki, namun untuk sepatu gunung, hal itu berbeda. Pastikan untuk memilih sepatu gunung yang ukurannya lebih besar dari ukuran kaki. Contohnya, jika ukuran sepatu harianmu adalah 41, pilihlah ukuran yang lebih besar, seperti 42 atau 43. Jika ragu dengan ukuran, pastikan ada cukup ruang di bagian depan supaya kaki tidak tertekan, terutama saat menurun dari gunung.
Jika sepatu terlalu pas, jari-jari kaki, terutama jari besar, akan terasa tidak nyaman saat menurun karena terhimpit oleh bagian depan sepatu. Hal ini bisa menyebabkan cedera seperti kuku yang terlepas. Dengan ruang di depan, kamu juga bisa memakai kaus kaki yang lebih tebal atau ganda untuk perlindungan tambahan. Kaus kaki ini juga bermanfaat untuk menjaga kaki tetap hangat saat berjalan di malam hari di pegunungan.
2. Periksa area leher sepatu
Setelah menemukan sepatu yang sesuai ukuran dan model, langkah berikutnya adalah memeriksa bagian leher sepatu. Pastikan leher sepatu memiliki lapisan yang lembut agar dapat melindungi bagian atas tumitmu.
Leher sepatu sering bergesekan dengan bagian atas tumit. Jika lapisan leher sepatu keras, bisa dipastikan kamu akan mengalami luka di area tersebut. Rasa sakit mungkin tidak langsung terasa, namun luka tersebut bisa muncul setelah berjalan lama. Luka di bagian atas tumit bisa diatasi dengan menggunakan perban untuk mengurangi gesekan. Namun, leher sepatu yang memiliki lapisan lembut akan lebih baik dalam mencegah terjadinya luka akibat gesekan.
3. Sesuaikan tinggi leher sepatu dengan jenis medan pendakian
Saat memilih sepatu di toko outdoor, kamu akan menjumpai berbagai jenis sepatu gunung dengan leher tinggi dan pendek. Untuk memilih jenis yang tepat, sesuaikan dengan kondisi medan yang akan ditempuh.
Jika medan pendakian tergolong mudah seperti di Gunung Andong atau Prau, sepatu dengan leher pendek lebih cocok digunakan. Selain lebih ringan, sepatu ini juga biasanya lebih terjangkau. Sebaliknya, sepatu dengan leher tinggi lebih efektif dalam memberikan perlindungan pada kaki, terutama pergelangan kaki.
4. Periksa bagian sol sepatu
Baca Juga: Perang Sepatu Gunung di Bawah Rp1 Juta: Adu Tangguh 3 Jagoan Eiger vs 3 Andalan Arei
Sol sepatu gunung pastinya berbeda dengan sol sepatu biasa atau sepatu lari. Hal ini disebabkan karena sol pada sepatu gunung didesain khusus untuk menghadapi medan yang sering licin atau berbatu.
Inilah rekomendasi terkait sepatu gunung dengan harga sekitar Rp500 ribu serta tips memilihnya. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
12 Link Twibbon Tahun Baru Islam 2026 Gratis, Mudah Diunduh dan Dibagikan
-
Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H dan Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?
-
5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial
-
5 Bedak Tabur Non Comedogenic BPOM Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh
-
30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos
-
Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta
-
15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp
-
Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban
-
Mengapa Membuat Kerajinan dari Kain Bekas Bisa Membantu Memahami Krisis Lingkungan?