Suara.com - Sejak awal Agustus 2025, fenomena yang tidak biasa terjadi di sekitar Sungai Eufrat, Raqqa, Suriah, setelah airnya surut drastis. Fenomena ini memicu apa yang disebut “rush emas” oleh penduduk setempat, setelah mereka menemukan butiran-butiran berkilau di dasar sungai yang mulai mengering.
Dugaan adanya penemuan emas asli ini segera menyebar luas di media sosial hingga jadi tren di kalangan netizen Indonesia.
Fenomena ini juga kembali mengangkat narasi dari hadis Nabi Muhammad tentang “gunung emas” yang akan muncul saat Sungai Eufrat surut, menambah dimensi religius pada spekulasi yang beredar. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi ilmiah yang membenarkan bahwa temuan tersebut sebagaiadalah
Fakta Emas di Tengah Krisis Air Eufrat
Pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025, warga desa al-Bukhamid dan sekitarnya di Raqqa berbondong-bondong menuju dasar sungai yang mengering. Terpancing oleh gundukan tanah yang berkilau, puluhan hingga ratusan orang mendirikan tenda dan mulai menggali dengan peralatan seadanya. Area tersebut berubah menjadi kamp sementara, di mana aktivitas penambangan informal terjadi tanpa pengawasan resmi, semua demi mengejar “kekayaan instan”.
Namun, harapan tersebut dibantah oleh para ahli. Pakar geologi lokal, seperti Khaled al-Shammari, seperti yang dikutip via Shafaq News via FZA, memperingatkan bahwa kilauan tersebut kemungkinan besar berasal dari pyrit atau yang dikenal sebagai “fool’s gold” (emas palsu). Pyrit adalah mineral sulfida yang memantulkan cahaya menyerupai emas, tetapi tidak memiliki nilai jual sebagai logam mulia. Menurut para ahli, hanya analisis petrologi laboratorium yang dapat memastikan komposisi kimianya, dan hingga saat ini, belum ada satu pun institusi ilmiah yang memverifikasi temuan emas di Eufrat.
Krisis Air Turki
Fenomena ini tidak terlepas dari krisis air parah yang melanda Sungai Eufrat. Turki, sebagai negara hulu, telah mengurangi aliran air lebih dari 60% akibat proyek bendungan. Ditambah dengan musim kering berkepanjangan dan infrastruktur irigasi yang rusak, sungai yang dulunya lebar kini menyusut drastis, menyingkap sedimen yang selama ini tertutup air selama puluhan tahun.
Dampak Sosial Bagi Masyarakat
Baca Juga: Sri Mulyani Bikin Aturan Beli Emas Batangan Kena Pajak, Kena Satire: Ada Aja Gebrakannya
Aktivitas pencarian emas di Raqqa telah menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi komunitas lokal. Harga peralatan tambang sederhana melonjak, pasar lokal bermunculan, dan broker tidak resmi mulai merekrut pekerja. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan, karena penggalian dilakukan tanpa perlindungan atau regulasi keselamatan kerja yang jelas.
Hadist Nabi Muhammad
Di sisi lain, fenomena ini memicu spekulasi religius yang mengaitkannya dengan hadis Nabi Muhammad yang berbunyi: “Sungai Eufrat akan surut dan menyingkap gunung emas, di mana orang akan berperang dan 99 dari 100 akan mati.”
Berita Terkait
-
Sungai Eufrat Ada Di Mana? Diburu Warga Saat Surut Disebut Pertanda Gunung Emas
-
Hadits Nabi Muhammad Tentang Tanda Kiamat, Dikaitkan Fenomena Cari Emas di Sungai Eufrat
-
Heboh Timbunan Emas Muncul di Sungai Eufrat yang Surut, Benarkah Tanda Kiamat Sudah Dekat?
-
Heboh Warga Cari Emas di Sungai Efrat: Benarkah Tanda Kiamat Seperti Hadis Nabi?
-
Harga Emas Antam Merosot, Hari ini Dipatok Rp 1.950.000 per Gram
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar