Suara.com - Kematian tragis Joel Alberto Tanos, seorang pemuda 18 tahun, di Manado telah menyita perhatian publik. Joel, yang merupakan cucu dari seorang pengusaha terkemuka di Sulawesi Utara, tewas akibat luka tikaman setelah memergoki kekasihnya sedang berpesta minuman keras.
Kasus ini tidak hanya menimbulkan duka, tapi juga menyorot istilah misterius yang dikenal di kalangan masyarakat setempat yakni "9 Naga Sulut". Lantas kenapa disebut 9 Naga? Simak penjelasan berikut ini.
Kronologi Kematian Joel Tanos
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin, 4 Agustus 2025, sekitar pukul 07.00 WITA. Joel mendapati kekasihnya bersama dua pria lain, yaitu AMR alias Abdul (29) dan ES alias Evan (27).
Baca juga: Bakery Non-Halal di Canggu Banjir Pengunjung Berhijab
Menurut keterangan Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, perselisihan pun pecah yang berujung pada penikaman fatal terhadap Joel di bagian dada dan leher. Kedua pelaku kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Joel Alberto Tanos, yang nama lengkapnya adalah Alberto Benedict Joel Tanos, lahir sekitar tahun 2007. Dia merupakan putra tunggal dari pasangan Nando Tanos dan Estee Anastasia Londa.
Publik mengasosiasikan keluarga Joel dengan julukan "9 Naga Sulut" karena pengaruh besar mereka di dunia bisnis. Kakek Joel yang bernama Tony Tanos merupakan pemilik dari PT Marga Dwita Guna, perusahaan konstruksi yang dikenal luas di Manado.
Apa yang Dimaksud dengan 9 Naga Sulut?
Istilah "9 Naga Sulut" bukanlah nama sebuah organisasi formal, melainkan sebuah julukan atau metafora yang dipakai masyarakat Sulawesi Utara.
Julukan ini merujuk pada sekelompok individu atau keluarga yang dianggap memiliki kekuatan dan pengaruh luar biasa di berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga sosial.
Baca Juga: 7 Fakta Kematian Joel Tanos Cucu 9 Naga Sulut, Ditikam Berkali-kali Residivis Saat Pacar Pesta Miras
Sebutan "naga" sendiri secara simbolis menggambarkan kekayaan, kekuasaan, dan jaringan yang sangat kuat.
Baca juga: Joel Alberto Tanos, Ketika Rasa Sayang Berubah Jadi Bahaya
Meskipun keluarga Tanos dikaitkan dengan julukan ini, penting untuk dicatat bahwa tidak ada daftar resmi yang memuat nama-nama siapa saja yang termasuk dalam kelompok "9 Naga Sulut".
Julukan ini murni merupakan persepsi publik yang muncul karena pengaruh besar dari tokoh-tokoh tertentu.
Selain 9 Naga Sulut, ada juga julukan 9 Naga yang merujuk pada pengusaha keturunan Tionghoa "penguasa" pasar bisnis di Indonesia.
Istilah "Naga" dipakai karena identik dengan kultur Tiongkok dan sering dipakai untuk melambangkan kekuasaan dan kekuatan besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?