Suara.com - Nama Ustaz Dasad Latif belakangan menjadi sorotan publik usai rekening untuk bangun masjid miliknya diblokir PPATK. Publik pun bertanya-tanya, dari mana sumber pendapatan Ustaz Das'ad Latif?
Dana di rekening tersebut sejatinya akan digunakan untuk pembangunan Masjid Hj. Sitti Mang di Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dana di rekening tersebut berasal dari kerja keras Ustaz Das'ad melalui beragam sumber penghasilan.
Sayangnya, rencana mulia itu terhambat karena pemblokiran rekening dengan alasan tidak aktif selama tiga bulan. Peristiwa ini bukan hanya membuatnya kesulitan mengakses dana, tapi juga menyinggung nama baiknya.
Dari mana saja sumber pendapatan Ustaz Das'ad Latif dan bagaimana perjalanan kariernya hingga mampu membangun masjid dari kantong pribadi? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Rekening Diblokir Saat Akan Bayar Material Masjid
Ustaz Das'ad mengaku baru mengetahui rekeningnya diblokir saat hendak membayar besi dan semen di sebuah toko bangunan.
Rencananya, uang tabungan itu akan dipakai untuk melanjutkan pembangunan masjid yang ia biayai sepenuhnya dari hasil berdakwah.
Saat tiba di bank, ia dikejutkan oleh informasi bahwa rekeningnya telah diblokir.
Baca Juga: Sekda Sulsel Kritik Pemblokiran Rekening: Dosa Besar PPATK !
Menurut penjelasan pihak bank, pemblokiran dilakukan untuk menghindari potensi "hal-hal negatif" karena rekening tidak aktif selama tiga bulan.
Kebijakan itu membuatnya kecewa, terlebih proses pengaktifan kembali memerlukan waktu hingga tujuh hari dan biaya Rp100.000.
"Setahu saya, negara selalu mengajak masyarakat untuk menabung. Tapi setelah uang disimpan, malah diblokir. Kalau begini, lebih baik simpan di dompet," keluhnya.
Ia menilai aturan tersebut berpotensi menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat, apalagi jika kasusnya terjadi secara massal.
Bagi Ustaz Das'ad, pemblokiran rekening bukan sekadar persoalan tidak bisa mengakses dana, tetapi juga menyangkut reputasi.
Menurutnya, masyarakat umumnya mengaitkan rekening yang diblokir dengan dugaan tindak pidana atau transaksi ilegal.
Perjalanan Karier Ustaz Das'ad Latif
Jalan yang ditempuh Ustaz Das'ad Latif untuk mencapai posisinya sekarang cukup penuh perjuangan.
Lahir di Bungi, 21 Desember 1973, ia tumbuh di lingkungan religius di Makassar.
Ia telah aktif di masjid sejak remaja, bahkan pernah dipercaya mengisi ceramah saat ustaz utama berhalangan hadir.
Namun, masa mudanya diwarnai keterbatasan ekonomi. Ia mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci dan loper koran agar bisa melanjutkan kuliah.
Dalam masa-masa sulit, ia bahkan pernah diejek senior lantaran pakaiannya hanyalah baju bekas.
Berkat kegigihan, ia berhasil menempuh dua pendidikan S1 sekaligus, yakni Peradilan Islam di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin.
Setelahnya, ia melanjutkan S2 dan meraih dua gelar doktor, yaitu Filsafat Ilmu Komunikasi dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Ilmu Syariah dari UIN Alauddin.
Sumber Pendapatan Ustaz Das'ad Latif
Seiring popularitasnya sebagai pendakwah, Das’ad memperoleh pendapatan dari berbagai sumber, di antaranya:
1. Ceramah dan Program Televisi
Ia sering diundang mengisi pengajian dan kegiatan keagamaan di berbagai wilayah, baik tatap muka maupun melalui siaran televisi. Walau tidak menetapkan tarif khusus, jadwal undangan yang padat tetap memberinya penghasilan yang cukup besar.
2. Dosen dan Peneliti
Ia mengajar di program pascasarjana Universitas Hasanuddin pada bidang Public Relations, dan juga aktif di sejumlah kampus besar maupun swasta di Makassar. Ia juga mendapat kepercayaan menjadi peneliti tetap di Universiti Kebangsaan Malaysia.
3. Bisnis Travel Umrah
Das'ad memiliki usaha tour and travel umrah bernama Gelora Indah, yang setiap tahun memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci. Usaha ini terkenal dengan harga yang kompetitif serta layanan berkualitas.
4. PNS dan Aktivitas Akademik Lain
Ustaz Das'ad Latif sempat membagikan pengalamannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), nyatanya bidang pendidikan turut menjadi sumber penghasilan tetap.
Itulah gambaran mengenai sumber pendapatan Ustaz Das’ad Latif, yang rekeningnya untuk pembangunan masjid sempat diblokir PPATK.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jerawat Punggung Muncul karena Apa? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Daftar Harga Facetology Sunscreen Terbaru 2026, Tawarkan Triple Care
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
6 Sunscreen dengan Kandungan Brightening yang Bantu Cerahkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Gampang Didapat di Toko Terdekat
-
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Ini Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
-
Apa Penyebab Jerawat di Dagu? Ini 4 Rekomendasi Acne Spot Treatment Terbaik
-
Musik Jadi Cara Baru Kenalkan Konservasi ke Generasi Muda lewat Sunset di Kebun 2026
-
Unik! Maskapai Singapura Gandeng Seniman RI, Bikin Aksesori Travel Terinspirasi Sambal