Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap sederet polemik masalah pengelolaan sampah di Indonesia yang seolah tiada ujungnya. Kondisi ini terjadi karena pemilahan sampah rumah tangga tidak sejalan dengan proses pengangkutan.
Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc membenarkan pemilahan sampah yang sudah dilakukan di rumah tangga seolah 'sia-sia', karena saat pengangkutan sampah kembali dicampur.
Namun permasalahan ini, kata Noer, tidak bisa hanya mengandalkan dinas lingkungan hidup, tapi perlu melibatkan pemerintah daerah seperti wali kota maupun bupati. Inilah sebabnya, kata dia, Jakarta Utara bakal jadi daerah percontohan pemisahan sampah organik.
"Nah, bulan Agustus ini kami fokus kepada memaksimalkan pengolah-pengolah sampah organiknya," ungkap Noer di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Noer mengatakan Jakarta Utara sebagai daerah percontohan sejak Juli sudah mulai menyusun rencana pengumpulan, pemilahan, dan pengangkutan sampah organik di seluruh kecamatan dan kelurahan. Selanjutnya pada bulan Agustus rencana itu harus mulai diterapkan.
Adapun sampah organik di rumah tangga itu nantinya bakal diolah menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan kembali.
"Ini yang kami supervisi gitu ya, untuk menunjukkan bahwa itu bisa jalan, bisa operasional. Nah, bulan Agustus ini kami fokus kepada memaksimalkan pengolah-pengolah sampah organiknya," papar Noer.
Selanjutnya, setelah proses pengumpulan hingga pengolahan sampah ini terbukti efektif, kata Noer, nantinya kapasitas pengolahan bisa dinaikkan. Bahkan harapannya, kata dia, seluruh sampah organik rumah tangga di Jakarta Utara bisa diolah sepenuhnya jadi lebih bermanfaat.
"Nah, kami harapkan akhir tahun itu sudah komplit mengenai sampah organik Jakarta Utara diselesaikan dengan apa, apa, apa, itu sudah mendapat 100 persennya. Gitu ya, kemudian yang sampah anorganiknya itu juga sudah akan jelas jurusannya ya," ungkap Noer.
Baca Juga: Semangat Namin di Usia Senja: Bersepeda Tengah Malam Demi Rezeki dan Lingkungan
Setelah Jakarta Utara terbukti berhasil, Noer mengatakan rencana ini akan direalisasikan di seluruh Indonesia. Namun catatannya, masyarakat mau ikut terlibat termasuk ibu rumah tangga yang kerap dibuat bingung mengolah sampah organik sisa makanan atau sisa bahan dapur.
Namun Noer mengingatkan, karena kapasitas yang besar, pengolahan sampah organik ini perlu melibatkan inovasi dan teknologi seperti magot, lubang biopori, hingga kompos. Inilah sebabnya, pameran internasional di industri air dan air limbah, pengelolaan dan daur ulang sampah, energi terbarukan dan elektrik, serta solusi kota cerdas sangat diperlukan.
Noer mencontohkan karya anak bangsa dalam negeri dalam hal pengolahan sampah di Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2025 Expo dinilai sangat dibutuhkan, mengingat masalah pengolahan sampah yang masih jauh dari target.
"Nah, ini semua teknologi yang memungkinkan, tolong tampilkan di EXPO ini ya, karena intinya yang realistis gitu ya," ungkap Noer.
Teknologi dan inovasi pengolahan sampah yang bakal diselenggarakan PT Napindo Media Ashatama (Napindo) pada 13-15 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta dianggap Noer jadi angin segar karena menurutnya bisa terlalu lama jika menunggu teknologi yang paten, karena memakan waktu puluhan tahun.
"Jangan menunggu teknologi yang masih 10 tahun lagi, ya kelamaan gitu ya. Jadi harus bisa dimaksimalkan usahanya dengan teknologi yang saat ini ada," imbuh Noer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
Ciri-Ciri Sunscreen Kedaluwarsa, Ini Risikonya kalau Tetap Dipakai
-
9 Penyebab Kulkas Berbunyi Dengung, Lengkap Panduan Rawat Elektronik Rumah Tangga
-
Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat
-
3 Serbuk Anti-Sumbat Saluran Air, Solusi Pipa Mampet Akibat Rambut
-
5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal
-
3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta