Suara.com - Selama ini, pendidikan luar negeri kerap dianggap sebagai jalur menuju karier global atau sekadar simbol prestise. Namun, bagi sebagian alumni Indonesia, pengalaman internasional justru menjadi modal untuk kembali dan berkontribusi di tanah air.
Fenomena inilah yang dikenal sebagai diaspora power: saat ilmu, jejaring, dan perspektif global dibawa pulang untuk menjawab tantangan lokal.
Dalam forum yang digelar Oxford Society Indonesia (OXSI) bersama Pijar Foundation, para alumni Oxford berbagi kisah bagaimana mereka memaknai perjalanan akademik di Inggris sebagai titik awal untuk membangun Indonesia. Di tengah kekhawatiran soal brain drain, mereka menunjukkan bahwa brain gain adalah hal yang mungkin jika ada komitmen dan wadah yang tepat.
Tiga Faktor yang Membuat Kontribusi Diaspora Efektif:
1. Perspektif global yang kontekstual
Alumni dengan pengalaman internasional mampu membaca tantangan lokal melalui lensa yang lebih luas, sehingga solusi yang ditawarkan tidak terjebak pada cara pandang sempit.
2. Jaringan internasional yang produktif
Networking yang dibangun selama studi menjadi jembatan untuk kolaborasi lintas negara, sektor, dan generasi.
3. Komitmen untuk transfer pengetahuan
Baca Juga: Samsung Tech Institute: Sudah Latih 18 Ribu Murid dan Ratusan Guru sejak 12 Tahun Berdiri
Kontribusi tidak berhenti pada inspirasi, tetapi diimplementasikan melalui proyek, kebijakan, dan kegiatan yang berdampak langsung.
Dr. Vishnu Juwono, Ketua UI Greenmetric dan Associate Professor di Universitas Indonesia, adalah contoh nyata. Pengalamannya di Oxford memperkaya kemampuannya dalam menganalisis kebijakan publik, terutama terkait tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan.
Abid Abdurrahman Adonis, Peneliti di Oxford Internet Institute dan mantan Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Oxford (2022–2023), menegaskan pentingnya memahami kondisi dalam negeri sebelum menyusun strategi luar negeri.
"Ketika kita berbicara tentang kebijakan luar negeri, prinsip pertama adalah memahami apa yang terjadi di dalam negeri suatu negara," ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.
Peran OXSI sendiri dijelaskan oleh presidennya, Alfi Naufida, sebagai wadah berbagi pengetahuan baik di antara anggota maupun kepada publik. Networking yang mereka bangun bukan hanya ajang reuni, tetapi menjadi sarana mentransfer wawasan dan menghubungkan Indonesia dengan dunia.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kekuatan tersendiri. Cazadira Fediva Tamzil, Direktur Eksekutif Pijar Foundation, menjelaskan bagaimana mereka bekerja sama dengan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong inovasi.
Berita Terkait
-
OCBC Syariah Luncurkan Program untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Pelajar dan Guru
-
80 Tahun Indonesia, Pemerataan Akses dan Mutu Pendidikan Masih Jadi Persoalan
-
Peringatan Hari Pramuka 2025, Pertamina Dukung Pendidikan Anak Indonesia Lewat SESAMA
-
Beda Pendidikan Jokowi dan Gibran: Ijazahnya Kompak Dipertanyakan Dokter Tifa
-
Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Makin Luas! Siap-Siap 258 Sekolah Masuk Program di 2026
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Status Bencana Tak Ditentukan karena Desakan Publik, Harus Ada Data Lapangan
-
Pemkot Kendari Wajibkan ASN Setor Sampah Tiap Hari Jumat
-
6 Penyebab Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Menyala, Cek Dulu Komponen Ini sebelum Beli Baru
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?
-
Serangan Gajah di Bengkalis Lukai Warga, Seorang Meninggal usai Kelelahan Berjaga
-
5 Temuan Kasus Febrie Adriansyah: Beraksi 8 Tahun, Kumpulkan 'Harta' Luar Biasa
-
Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026
-
Pedagang Tewas Dikeroyok Brutal Pakai Bambu, Dugaan Keterlibatan 'Ormas' menguat
-
Asapi Lawan di Sprint Race Aragon, Marc Marquez Jaga Asa Juara MotoGP 2026
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap