Suara.com - Tahun ini Rabu Wekasan atau Rebo Pungkasan jatuh pada Rabu 20 Agustus 2025. Nah, apakah ada bacaan doa atau dzikir khusus yang dibaca?
Perlu di ketahui, tradisi ini merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah.
Menjelang Rabu Wekasan 2025 yang jatuh besok, banyak yang kembali mencari amalan dan doa tolak bala sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Namun, lebih dari sekadar ritual untuk menolak kesialan, Rabu Wekasan sejatinya adalah momentum untuk refleksi diri, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lantas, bagaimana doa tolak bala Rabu Wekasan dan bacaan dzikirnya? Berikut ini rangkaian amalan penuh berkah di malam Rabu Wekasan.
Bagi Anda yang ingin menghidupkan malam Rabu Wekasan dengan amalan yang menenangkan jiwa, berikut adalah beberapa praktik yang dianjurkan, berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber:
1. Shalat Sunnah Hajat Tolak Bala
Salah satu amalan utama adalah melaksanakan shalat sunnah mutlak atau shalat hajat sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam.
Shalat ini dapat diiringi dengan pembacaan surah-surah pendek tertentu setelah Al-Fatihah, seperti:
- Surat Al-Kautsar (17 kali)
- Surat Al-Ikhlas (5 kali)
- Surat Al-Falaq (1 kali)
- Surat An-Nas (1 kali)
2. Membaca Surat Yasin 3 Kali
Membaca Surat Yasin, yang dikenal sebagai jantungnya Al-Qur'an, menjadi amalan yang sangat populer.
Baca Juga: Rabu Wekasan 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ketahui Jadwal, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan
Sebagian kalangan bahkan mengamalkannya sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda-beda.
- Niat pertama untuk panjang umur dalam ketaatan
- Niat kedua agar dijauhkan dari bala
- Niat ketiga agar tidak bergantung kepada selain Allah.
Meski tidak ada anjuran khusus dari syariat untuk membacanya tiga kali, praktik ini tetap diperbolehkan sebagai sarana untuk merenungi kebesaran Allah dan memohon perlindungan-Nya.
3. Dzikir dan Istighfar
Memperbanyak dzikir dan istighfar adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kalimat-kalimat thayyibah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Astagfirullahaladzim dapat dilantunkan untuk menenangkan hati dan memohon ampunan atas segala dosa.
4. Panjatkan Doa Tolak Bala dengan Penuh Khusyuk
Puncak dari rangkaian amalan ini adalah memanjatkan doa tolak bala.
Berikut adalah bacaan doa yang sering diamalkan, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:
"بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنَا مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنَا شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ."
Bismillahirrahmanirrahim. Wa shallallahu ta'ala 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma yaa syadidul quwa wa yaa syadiidul mihaal ya 'aziizu dallan li'izzatika jamii'u khalqika ikfinaa min jamii'i khalqika yaa muhsinu ya mujammalu ya mutafadhalu ya mun'imu yaa mukrimu ya man laa ilaaha illa anta birahmatika ya arhamar raahimin, Allahumma bisirril hasani wa akhihi wa jaddihi wa abiihi ikfinaa syarri haadal yaumi wa ma yunazzalu fiihi ya kafii fasayakfikahumullahu wa huwas samii;ul 'aliimu wa hasbunallahu wa ni'mal wakiilu wa laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyiil 'adhiim. Wa shallallahu ta'ala 'alaa sayyidnia muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya: "Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad Saw, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan... cukuplah Allah tempat kami bersandar, tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarganya dan para sahabatnya."
Memahami Makna Rabu Wekasan: Antara Mitos dan Syariat
Secara historis, kepercayaan mengenai Rabu Wekasan sebagai hari turunnya bala atau musibah telah mengakar kuat dalam tradisi sebagian masyarakat.
Sebagian ulama, seperti Syeikh Abdul Hamid Quds, menyebutkan bahwa pada hari ini Allah SWT menurunkan ribuan jenis bala.
Kepercayaan inilah yang melahirkan berbagai amalan spesifik, seperti shalat sunnah, sedekah, dan pembacaan doa-doa khusus, dengan harapan terhindar dari marabahaya.
Meskipun demikian, penting untuk meluruskan niat. Dalam ajaran Islam, tidak ada hari atau waktu tertentu yang secara inheren membawa sial.
Nasib baik dan buruk sepenuhnya berada dalam genggaman dan kehendak Allah SWT.
Para ulama, termasuk Imam Abdurrauf al-Munawiy, memberikan pandangan yang menyejukkan.
Amalan-amalan yang dilakukan pada Rabu Wekasan hukumnya mubah atau diperbolehkan.
Selama niatnya lurus semata-mata untuk beribadah dan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah, bukan karena meyakini hari tersebut sebagai sumber kesialan.
Dengan demikian, Rabu Wekasan dapat menjadi "pengingat" istimewa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita, memohon perlindungan-Nya dari segala keburukan, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT, memohon perlindungan-Nya, dan menyebarkan kebaikan kepada sesama melalui doa dan sedekah.
Bagaimana Anda biasanya mengisi malam Rabu Wekasan?
Berita Terkait
-
Rabu Wekasan 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ketahui Jadwal, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan
-
4 Amalan Rabu Wekasan 2025 yang Benar, Jangan Asal Shalat Sunnah
-
Rabu Wekasan 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya
-
Rabu Wekasan Menurut Islam Dianjurkan atau Tidak? Ini Hukum, Amalan dan Jadwal 2025
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
9 Menu Sahur Sat-Set tapi Tetap Sehat untuk Ibu Hamil, Kaya Protein dan Serat!
-
9 Rekomendasi Menu Sahur untuk Anak Kos, Hemat, Simple, tapi Tetap Sehat
-
Ciri-ciri Lipstik yang Wudhu Friendly dan Cocok Dipakai untuk Tarawih
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi di Indomaret yang Bisa Mencerahkan Badan, Harga Murah
-
9 Menu Buka Puasa Tanpa Nasi untuk yang Sedang Diet
-
5 Pasta Gigi Terbaik untuk Gigi Kuning, Bikin Senyum Lebih Cerah dan Percaya Diri
-
Cara Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Lewat Tol, Lengkap Jadwal dan Rutenya
-
Kurang Berapa Jam Lagi Buka Puasa Jogja Hari Ini 21 Februari 2026? Simak Cara Berbuka yang Sehat
-
5 Bedak Wudhu Friendly Tahan hingga 10 Jam untuk Kulit Halus dan Bebas Kilap
-
Jadwal Ngaji Online Bareng Kiai PBNU Selama Ramadan 2026: Ada Gus Mus hingga KH Afifuddin Muhajir