Suara.com - Apakah Anda sedang mencari informasi tentang buku Jokowi's White Paper bisa beli dimana? Pertanyaan ini ramai muncul setelah peluncuran resmi buku tersebut pada pertengahan bulan Agustus 2025.
Buku yang ditulis dengan pendekatan ilmiah ini memang langsung menimbulkan kontroversi, terutama karena membahas isu ijazah Jokowi selalu Presiden RI ke-7.
Tidak hanya menyentuh ranah politik, buku setebal hampir 700 halaman ini juga menyajikan analisis forensik digital, telematika, hingga neuropolitika.
Berapa Harga Buku Jokowi's White Paper?
Harga Jokowi’s White Paper cukup bervariasi tergantung pada format yang Anda pilih.
Untuk versi hardcover premium, harganya diperkirakan berada di kisaran Rp450.000–Rp500.000.
Sementara itu, versi cetak biasa dijual dengan harga yang lebih terjangkau, sekitar Rp250.000–Rp300.000.
Bagi Anda yang lebih nyaman membaca digital, tersedia pula versi e-book dengan harga lebih murah, diperkirakan sekitar Rp150.000–Rp200.000.
Perbedaan harga ini wajar mengingat buku tersebut memiliki tebal hampir 700 halaman.
Baca Juga: Roy Suryo Lulusan Mana? Bikin Buku 'Jokowi's White Papers' yang Kontroversial
Ditambah lagi, versi hardcover premium memang dicetak secara terbatas sehingga ditujukan untuk kolektor atau pembaca yang ingin menyimpan karya ini dalam bentuk lebih eksklusif.
Informasi resmi menyebutkan bahwa cetakan pertama mencapai 5.000 eksemplar.
Siapa Penulis Buku Jokowi's White Paper?
Jokowi’s White Paper ditulis oleh tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa. Ketiganya datang dari latar belakang berbeda, tetapi sama-sama memiliki spesialisasi di bidang analisis dan riset.
Roy Suryo dikenal sebagai pakar telematika dan kerap muncul dalam berbagai kasus yang melibatkan analisis digital.
Rismon Sianipar berperan dalam penelitian terkait aspek teknis dan digital forensik, sementara Dr. Tifa menyumbangkan kajian berbasis neuropolitika dan perilaku politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut