Suara.com - Selama dua tahun terakhir, ada satu raja tak terbantahkan di kerajaan sneaker retro basket yakni New Balance 550.
Berkat sentuhan magis Aimé Leon Dore, siluet yang sempat terlupakan ini bangkit dari kubur dan menjadi sepatu wajib bagi setiap fashionista, dari papan Pinterest hingga jalanan kota-kota besar.
Ia ada di mana-mana. Dan mungkin, itulah awal mula masalahnya.
Di dunia fashion yang kejam, popularitas masif sering kali menjadi ciuman kematian bagi sebuah tren.
Saat ini, kita mulai merasakan adanya getaran pergeseran.
Kejenuhan mulai terasa. Dan di tengah bayang-bayang sang raja yang mungkin mulai lelah, seorang penantang tangguh dari arsip Adidas melangkah maju dengan strap ikoniknya: Adidas Forum Low.
Pertanyaannya bukan lagi "apakah" takhta itu akan direbut, melainkan "kapan".
Mungkinkah 2025 menjadi tahun di mana meninggalkan 550?
Sang Raja yang Terlalu Populer: Analisis Kejenuhan New Balance 550
Baca Juga: Bosan dengan Nike dan Adidas? Kenapa Banyak Orang Kini Beralih ke ASICS dan Mizuno
Untuk memahami mengapa 550 mungkin mulai redup, kita harus mengakui kehebatannya.
Ia adalah badai yang sempurna: desain yang bersih, warisan tahun 80-an yang otentik, dan harga yang (awalnya) terjangkau.
Kolaborasi dengan Aimé Leon Dore (ALD) adalah katalisnya. ALD memberinya stempel "keren" yang didambakan, mengubahnya dari sepatu basket tua menjadi simbol aesthetic minimalis.
Sama seperti nasib Nike Dunk "Panda", ketika sebuah sepatu menjadi terlalu umum, ia kehilangan daya tariknya sebagai penanda selera.
Ia berubah dari sebuah statement menjadi sebuah seragam. Saat nenekmu dan adik sepupumu sama-sama memakainya, para pencari tren akan mulai mencari hal baru.
New Balance 550 tidak akan punah. Ia akan bertransisi dari "item tren terpanas" menjadi "sepatu klasik sehari-hari"yakni pilihan yang aman, tapi tidak lagi mendebarkan.
Tag
Berita Terkait
-
Bosan dengan Nike dan Adidas? Kenapa Banyak Orang Kini Beralih ke ASICS dan Mizuno
-
5 Rekomendasi Sepatu New Balance yang Stylish, Bikin Badan Mungil Jadi Lebih Tinggi
-
Stop! Jangan Cuci Adidas Putihmu Sebelum Tahu 5 Kesalahan Fatal Ini
-
Sepatu Adidas Kesayanganmu Bau Apek? Jangan Dibuang! Ini 5 Cara Jitu Menyelamatkannya
-
5 Sepatu Adidas Dapat Diskon hingga 30 Persen pada Agustus: Mulai 400 Ribuan!
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
5 Hair Tonic Pria Terbaik untuk Atasi Garis Rambut Mundur, Ampuh Kembalikan Kepercayaan Diri
-
7 Resep Kue Kering Khas Lebaran yang Mudah dan Anti Gagal untuk Pemula
-
Cara Memilih Bedak untuk Usia 50-an, Ini 5 Produk Aman yang Layak Dicoba
-
15 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 ke Atas untuk Perlindungan Maksimal dari Sinar Matahari
-
Resep Ayam Bacem Khas Jogja untuk Hidangan Spesial Keluarga di Rumah
-
5 Rekomendasi Merek Sneakers Lokal untuk Kaki Besar, Ada yang Punya Size sampai 47
-
6 Rekomendasi Tas untuk Tektok Gunung, Merek Lokal Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Eiger untuk Hiking dan Aktivitas Harian dengan Material Breathable
-
Tak Sekadar Promo, Begini Strategi Ritel Dekat dengan Generasi Muda Lewat Digital
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Senyaman Hoka Clifton untuk Long Run