Itulah sebabnya Rabanton menerapkan model franchise tanpa royalti, memberi peluang pengusaha lokal memproduksi beton pracetak dengan standar yang sama. Ia menekankan prinsip berbagi hanya ketika ada hasil: “Kalau untung, baru kita berbagi. Kalau belum ada hasil, tidak perlu dibagi.”
Komitmen pada Karyawan dan Masyarakat
Bagi Menlu, keberhasilan bisnis diukur bukan hanya dari laba, tapi juga kesejahteraan karyawan. Gaji minimal selalu sesuai UMR, dibayarkan tepat waktu, dan selalu ada setiap Sabtu.
“Kalau saya tidak bisa menggaji sesuai UMR, artinya saya menyuruh orang hidup di bawah standar. Itu bisa mendorong mereka ke jalan yang salah. Saya tidak mau itu terjadi,” tegasnya.
Filosofi inilah yang membuat Rabanton tetap bertahan meski badai bisnis melanda.
Kini Rabanton bukan hanya pemain lokal; permintaan datang dari berbagai daerah hingga Bali dan Nganjuk. Menlu percaya infrastruktur beton adalah kunci kemajuan bangsa. Dari drainase, saluran air, hingga dermaga, semua membutuhkan beton yang terukur dan tahan lama.
“Kalau Indonesia mau maju, infrastruktur harus kuat. Dan jawabannya ya, beton,” katanya.
Kisah Menlu adalah bukti nyata kegigihan. Dari kegagalan besar, ia bangkit, belajar, dan memimpin Rabanton dengan prinsip sederhana: membangun dengan hati, untuk masyarakat.
“Uang yang hilang itu uang sekolah saya,” ujarnya sambil tersenyum.
Baca Juga: Di Tengah Demo DPR, Kisah Denny dari Cakung Ini Bikin Hati Adem!
“Kalau tidak pernah rugi, saya tidak akan pernah sampai di sini,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Berawal dari Janji Manis Investasi
-
Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif
-
Keluarga Siswa Tewas Imbas Jalan Licin Kramatjati Tuntut Penataan Pasar Tumpah
-
Ruang Pimpinan Unsoed di Lantai 3 Disegel KPK, Usai Rektor dan Wakilnya Kena OTT!
-
Menteri Jerman dan Wamenkes Tinjau Langkah Hijau Bayer di Cimanggis, Ini Hasilnya
-
Rumah Murah yang Dijual Danantara Bukan Sengketa
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin
-
Duduk Perkara Ruben Onsu Terjerat Kasus Penipuan Hingga Terancam Dipenjara
-
The Island of the Blue Dolphins: 18 Tahun Sendirian di Pulau Terpencil?