Suara.com - Sebuah video singkat dari perayaan HUT RI ke-80 di Gowa, Sulawesi Selatan, berhasil menyentak nurani publik. Kisah dua bocah, Samsul dan Aidil, yang memunguti sisa makanan dari meja pesta pejabat, menjadi viral dan memicu gelombang simpati nasional.
Kisah mereka yang penuh ironi ini akhirnya sampai ke telinga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan mengubah hidup mereka selamanya.
Berikut adalah 7 fakta menarik di balik perjalanan inspiratif Samsul dan Aidil.
1. Berawal dari Sisa Makanan Pesta Pejabat
Fakta pertama yang memicu segalanya adalah aksi polos mereka. Usai acara resmi perayaan kemerdekaan, Samsul dan Aidil terekam kamera sedang mengumpulkan makanan sisa yang masih layak dari piring-piring dan meja yang ditinggalkan para pejabat.
Momen ini menjadi tamparan keras tentang kesenjangan sosial dan pemborosan.
2. Viral dalam Sekejap, Menggugah Hati Netizen
Video tersebut tidak butuh waktu lama untuk meledak di media sosial. Ribuan netizen membagikan ulang, disertai komentar yang beragam, mulai dari rasa iba, marah atas pemborosan, hingga pujian atas kepolosan kedua bocah tersebut.
Kekuatan media sosiallah yang mengangkat kisah lokal ini menjadi isu nasional.
Baca Juga: Dari Pemungut Sisa Makanan Jadi Penerima Beasiswa: Kisah Inspiratif Samsul dan Aidil
3. Menarik Perhatian Langsung dari Menteri
Kisah viral ini sampai ke telinga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Merasa tersentuh dan relevan dengan bidang yang diurusnya, Zulhas tidak tinggal diam.
Ia langsung mencari cara untuk bisa terhubung dengan kedua bocah inspiratif tersebut.
4. Panggilan Video Pribadi yang Menentukan
Alih-alih mengirim utusan, Zulkifli Hasan memilih untuk menyapa Samsul dan Aidil secara langsung melalui sebuah panggilan video.
Dalam momen yang hangat itu, Zulhas memuji mereka. "Samsul sama Haidar kemaren mengambil makanan-makanan yang tidak habis, hebat," ucapnya, memberikan apresiasi atas tindakan mereka.
5. Janji Beasiswa Langsung di Telepon
Tag
Berita Terkait
-
Dari Pemungut Sisa Makanan Jadi Penerima Beasiswa: Kisah Inspiratif Samsul dan Aidil
-
Viral Momen Rapat Penting RUU Penyiaran DPR Dibubarkan Cepat, Netizen: Wakil Rakyat Kok Kabur?
-
Tragis, Remaja 13 Tahun Meninggal Usai Makan Tiga Bungkus Mi Instan Mentah
-
Totalitas Tanpa Batas, Peserta Lomba Azan Pingsan usai Tarik Suara di Nada Tinggi
-
Arogansi Berujung Malu, Viral Motovlogger Bentak Pengendara Ternyata Dia yang Salah
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?
-
Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran
-
Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu
-
Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf
-
Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan