"Lukisan Bunga Itu, laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul Lukisan cat minyak Bunga diatas kanvas ukuran cukup besar. Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya yang menjadi target operasi jarahan hari minggu akhir Agustus 2025 dini hari." tulisnya.
Sri Mulyani pun melanjutkan captionnya soal makna lukisan bunga yang kini lenyap.
"Lukisan Bunga itu bagi penjarah pasti dibayangkan bernilai sekedar seperti lembaran uang. Lukisan Bunga yang saya lukis 17 tahun lalu adalah hasil dan simbol perenungan serta kontemplasi diri, sangat pribadi. Seperti rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, sangat pribadi dan menyimpan kenangan tak ternilai harganya" tulis Sri Mulyani pilu.
Ia juga menggambarkan raibnya lukisan bunga tersebut dengan kondisi negara sekarang.
"Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia, " lanjutnya.
Sri Mulyani pun menyayangkan hal ini terjadi, terlebih lagi muncul isu adanya oknum provokator yang membuat rumahnya dijarah.
Selain itu, berbagai barang rumah tangga lain juga ikut lenyap, mulai dari perabotan, peralatan elektronik, hingga perhiasan. Bahkan benda sederhana seperti barang dapur dan ring basket juga digotong keluar.
Warga sekitar melihat banyak penjarah membawa barang dengan kendaraan bermotor, seolah sudah ada yang mengatur sistem distribusi hasil rampasan.
Pada saat penyerangan, Sri Mulyani tidak berada di rumah. Di lokasi hanya ada seorang sekuriti bernama Joko Sutrisno serta seorang anggota keluarga.
Baca Juga: Beda Kekayaan Menteri Nasaruddin Umar Vs Sri Mulyani: Kompak Dikritik usai Bahas Penghasilan Guru
Keduanya kemudian diamankan ke rumah tetangga agar terhindar dari amukan massa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian materiil diperkirakan cukup besar.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Beda Kekayaan Menteri Nasaruddin Umar Vs Sri Mulyani: Kompak Dikritik usai Bahas Penghasilan Guru
-
Uya Kuya Tak Terima Dijarah: Emang Gue Koruptor?!
-
Astrid Kuya Ikhlas Rumah Dijarah, Tapi Masih Berharap Kucing Kesayangan Kembali
-
Ikhlas Rumah Dijarah, Intip Aset Properti Uya Kuya Versi LHKPN yang Tembus Rp51,5 M
-
Polisi Tetapkan Enam Tersangka Penjarahan Rumah Uya Kuya, Provokator Masih Diburu
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
Terkini
-
5 Bedak untuk Samarkan Garis Penuaan agar Wajah Tampak Muda
-
4 Rekomendasi Serum Bakuchiol Lokal untuk Usia 40-an, Lebih Aman bagi Kulit Sensitif
-
Apa Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 5 Rekomendasinya
-
5 Sunscreen Terbaik untuk Mengatasi Garis Penuaan Usia 50 Tahun ke Atas
-
Lebih Baik Sepatu Saucony atau HOKA untuk Daily Run? Ini Perbandingannya
-
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
-
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
-
5 Shio Beruntung dan Makmur di 21 Januari 2026, Kamu Termasuk?
-
Kolaborasi Tanpa Hambatan, Ini Tips Rapat Online Jadi Lebih Produktif dan Efektif
-
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?