- Purbaya Yudhi Sadewa awalnya merupakan lulusan sarjana Teknik Elektro ITB.
- Ia kemudian menimba keilmuan ekonomi di Purdue University.
- Purdue University termasuk salah satu kampus prestisius di Amerika.
Suara.com - Rekam jejak Purbaya Yudhi Sadewa banyak digali seiring dengan kabar ia dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) pada Senin (8/9/2025). Salah satu yang menarik adalah pendidikan pengganti Sri Mulyani ini.
Sebab kendati banyak menghabiskan karier di bidang ekonomi, Purbaya diketahui merupakan lulusan sarjana jurusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dari seorang lulusan teknik, bagaimana ia bisa melompat ke bidang ekonomi? Jawabannya adalah jenjang pendidikan selanjutnya yang ia tempuh.
Ia mempelajari lebih mendalam bidang tersebut saat mengambil pendidikan master dan doktor ilmu ekonomi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Menjadi almamater Menteri Keuangan Indonesia yang baru, mari simak ulasan soal Purdue University berikut.
Profil Purdue University, Kampus Prestisius di Amerika
Dengan kampus utama berlokasi di West Lafayette, Indiana, Purdue University sudah dikenal luas sebagai salah satu universitas paling prestisius di Amerika Serikat. Reputasi akademiknya pun sudah kelas dunia.
Didirikan pada tahun 1869 alias lebih dari 150 tahun yang lalu, Purdue University secara konsisten membangun reputasinya sebagai universitas riset publik terkemuka.
Spesialisasinya yang mendalam di bidang sains, teknologi, dan teknik (STEM) telah diakui secara internasional. Namun, ada satu julukan yang membuat Purdue benar-benar istimewa, yakni Cradle of Astronauts atau "Tempat Lahirnya Para Astronaut".
Julukan ini bukan tanpa alasan. Purdue adalah almamater bagi puluhan astronaut NASA, termasuk sosok legendaris Neil Armstrong, manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan.
Baca Juga: Senang Ayahnya 'Lengserkan Agen CIA', Kelakuan Yudo Sadewa Disorot: Mirip Mario Dandy?
Warisan inilah yang menempatkan Purdue di peta dunia sebagai simbol keunggulan, inovasi, dan pencapaian mimpi-mimpi yang tampaknya mustahil.
Keunggulan akademiknya pun tercermin dalam berbagai pemeringkatan. Menurut rilis terbaru dari QS World University Ranking, Purdue University berada di peringkat 88 secara global.
Di sisi lain, ia juga konsisten masuk dalam Top 10 Universitas Publik di Amerika Serikat.
Universitas ini menawarkan lebih dari 200 program sarjana dan spesialisasi, dengan beberapa jurusan yang menjadi primadona dan sangat kompetitif. Beberapa jurusan paling populer di Purdue antara lain:
- Computer Science: Dengan tingkat penerimaan yang ketat, jurusan ini menjadi incaran para calon tech leaders masa depan.
- Mechanical Engineering: Salah satu program teknik mesin terbaik di dunia, melahirkan insinyur-insinyur andal.
- Aerospace Engineering: Mewarisi tradisi 'Cradle of Astronauts', program ini mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi yang terdepan di industri kedirgantaraan.
- Business: Tidak hanya kuat di bidang teknik, program bisnis Purdue juga menghasilkan lulusan yang banyak dicari perusahaan Fortune 500.
Tingkat persaingan untuk masuk ke jurusan-jurusan ini sangat tinggi, dengan rata-rata penerimaan (acceptance rate) universitas secara keseluruhan berada di angka 50%, yang menunjukkan selektivitas dalam menjaring mahasiswa berkualitas.
Seleksi yang ketat pun tercermin dari keberhasilan para alumni dalam karier. Berdasar laporan US News, enam tahun setelah lulus, gaji rata-rata lulusan adalah $60.838.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional
-
Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!
-
Bedak Tabur Apa yang di Bawah Rp50 Ribu? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal yang Awet
-
Nadiem Makarim Operasi Apa? Ini Fakta Terkait Kondisi Kesehatannya
-
3 Produk Baru Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan di Rumah, Dipercaya Bikin Rezeki Lancar
-
Rahasia Liburan Anti-Mainstream: Mengintip Kehidupan Nomaden Mongolia di Tanjung Lesung
-
ASI Warna Kuning Artinya Apa? Berkaca dari Pengalaman Alyssa Daguise dan Steffi Zamora
-
5 Moisturizer Lokal untuk Kulit Sensitif, Tekstur Gel Ringan dan Bikin Adem
-
5 Skincare Somethinc untuk Hempas Flek Hitam Usia 45 Tahun agar Wajah Glowing