- Beras fortifikasi adalah beras diperkaya vitamin dan mineral.
- Tujuannya untuk atasi masalah kekurangan gizi masyarakat.
- Efektif untuk mencegah stunting dan anemia.
Suara.com - Beras fortifikasi adalah beras biasa yang telah diperkaya dengan berbagai zat gizi mikro tambahan, seperti vitamin dan mineral.
Inovasi pangan ini dibuat untuk membantu mengatasi masalah kekurangan gizi di masyarakat, terutama di negara-negara dengan konsumsi beras sebagai makanan pokok yang tinggi, seperti Indonesia.
Apa itu Beras Fortifikasi?
Secara sederhana, beras fortifikasi adalah beras yang "diperkuat" dengan nutrisi tambahan. Proses ini melibatkan pencampuran beras biasa dengan butiran beras khusus yang disebut kernel fortifikasi.
Butiran kernel ini dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan vitamin dan mineral esensial, seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B12, asam folat, zat besi, dan zinc.
Setelah butiran kernel fortifikasi ini terbentuk, ia akan dicampur dengan beras biasa dalam proporsi tertentu. Proses ini memastikan setiap porsi nasi yang dikonsumsi mengandung nutrisi tambahan yang penting bagi tubuh.
Nutrisi ini sering kali hilang saat beras digiling atau dicuci, sehingga fortifikasi menjadi cara efektif untuk mengembalikan dan meningkatkan kandungan gizi beras.
Mengapa Beras Fortifikasi Penting?
Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, dan konsumsi per kapitanya sangat tinggi. Namun, beras biasa memiliki kandungan gizi yang terbatas, terutama setelah proses penggilingan yang menghilangkan lapisan luar beras (dedak) yang kaya nutrisi.
Baca Juga: Jerome Polin Bongkar Tunjangan Beras DPR: 12 Juta Buat Beras, Makan Se-Ton Sebulan?
Kekurangan gizi mikro seperti zat besi, vitamin A, dan asam folat sering terjadi, menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti anemia, stunting, dan gangguan pertumbuhan.
Beras fortifikasi menawarkan solusi yang praktis dan efektif untuk masalah ini tanpa mengubah pola makan masyarakat. Karena nasi dikonsumsi setiap hari, fortifikasi beras bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa, dan secara bertahap meningkatkan status gizi mereka.
Beras Fortifikasi dalam Kondisi Indonesia Saat Ini
Indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait gizi masyarakat, terutama masalah stunting atau tengkes. Data menunjukkan bahwa meskipun ada perbaikan, angka stunting masih cukup tinggi.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan kognitif mereka.
Pemerintah Indonesia, melalui berbagai kementerian dan lembaga seperti Badan Pangan Nasional (NFA), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Kementerian Kesehatan, telah menjadikan program fortifikasi pangan, termasuk beras fortifikasi, sebagai salah satu strategi utama untuk mengatasi masalah ini.
Berita Terkait
-
Pupuk Indonesia Salurkan Paket Beras SPHP untuk Program Gerakan Pangan Murah
-
Pastikan Kualitas Terjaga untuk Masyarakat, Dirut Bulog Tinjau Pemeliharaan Gudang & Beras di Sunter
-
Mengenal Apa Itu Beras Kernel yang Viral di TikTok, Apakah Aman Dikonsumsi?
-
YLKI Desak Penyelesaian Masalah Stok dan Harga Beras di Pasaran
-
Perum Bulog Pastikan Kualitas Stok Beras Nasional Tetap Terjaga
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove
-
Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya
-
Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya