Suara.com - Kenyamanan dalam hunian kini tak lagi hanya soal estetika atau fungsi dasar. Perlengkapan rumah tangga masa kini dituntut untuk menghadirkan teknologi yang canggih, efisien, dan ramah lingkungan demi mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Sebut saja mulai dari keran air hemat energi yang mengatur aliran secara otomatis, lampu pintar yang menyesuaikan cahaya sesuai suasana hati, hingga peralatan dapur multifungsi yang mempersingkat waktu memasak.
Semua ini bukan hanya soal kemewahan, tapi juga efisiensi yang memberi kita lebih banyak waktu untuk hal-hal yang benar-benar penting.
Inilah visi yang diusung oleh Daelim Dobidos Indonesia dalam menghadirkan solusi hunian modern.
Pada Selasa (9/9/2025), Daelim Dobidos Indonesia meresmikan showroom terbarunya di Capital Cove Business, BSD, Tangerang Selatan.
CEO Daelim Dobidos Indonesia, Kim Soo Chul, menyampaikan bahwa kehadiran showroom ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman interaktif bagi konsumen yang mengutamakan kualitas hunian dan gaya hidup modern.
“Kehadiran showroom di BSD merupakan wujud komitmen kami untuk memberikan akses yang lebih luas bagi konsumen Indonesia terhadap lini produk Daelim Dobidos yang menggunakan teknologi Korea berstandar global,” ujarnya.
Sejak berdiri pada tahun 1970, Daelim Dobidos telah dikenal sebagai produsen perlengkapan rumah tangga yang menggabungkan inovasi, fungsionalitas, dan keberlanjutan.
Produk-produk unggulannya meliputi kitchen and bathroom fixtures, flatware, water purifier, dan berbagai perlengkapan rumah lainnya yang dirancang untuk tahan lama dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Dari Hutan hingga Laut, Bagaimana Kekayaan Biodiversitas Bisa Jadi Sumber Ekonomi Berkelanjutan?
Ramah Lingkungan, Investasi untuk Masa Depan
Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan kini menjadi bagian dari gaya hidup. Perlengkapan rumah yang hemat air dan energi bukan hanya mengurangi tagihan bulanan, tapi juga membantu mengurangi jejak karbon.
Dalam peresmian showroom, Daelim Dobidos menonjolkan konsep eco-friendly melalui produk bathroom fixtures dengan tagline “save water, safe water”.
Tagline ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian air sebagai sumber daya utama dalam rumah tangga.
Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah closet bathroom yang hanya membutuhkan 4 liter air untuk membersihkan secara maksimal—lebih efisien dibandingkan standar umum yang menggunakan 6 liter.
Estetika yang Menghidupkan Ruang
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara