Suara.com - Ijazah Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka, kembali menjadi isu yang ramai dibicarakan di media sosial.
Pasalnya, ijazah yang diperoleh Gibran dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) di Singapura sempat dipertanyakan keabsahannya oleh sebagian pihak.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat publik penasaran. Sebenarnya, MDIS Singapura itu sekolah apa? Apakah benar ijazah dari lembaga itu tidak diakui?
Simak penjelasan mengenai profil MDIS, institusi tempat Gibran menempuh pendidikan tinggi berikut ini.
MDIS Singapura Sekolah Apa?
Management Development Institute of Singapore (MDIS) adalah sebuah lembaga pendidikan profesional nirlaba swasta yang berdiri sejak tahun 1956, menjadikannya salah satu institusi pendidikan swasta tertua di Singapura. Misi utamanya adalah fokus pada pembelajaran sepanjang hayat.
MDIS menawarkan beragam program akademik, mulai dari diploma hingga pascasarjana, yang mencakup berbagai bidang studi populer seperti bisnis, teknik, desain, keperawatan, teknologi informasi, hingga pariwisata.
Hal yang membuat MDIS berbeda adalah model pendidikannya yang unik. Alih-alih mengeluarkan gelar sendiri, MDIS menjalin kemitraan strategis dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.
Melalui kerja sama ini, MDIS memberikan program gelar internasional kepada lebih dari 13.000 mahasiswa dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Mahasiswa MDIS menerima kurikulum, pengajaran, dan sertifikasi yang sama persis dengan yang diterima oleh mahasiswa di kampus universitas mitra.
Baca Juga: Dampingi Wapres Gibran ke Papua, Wamendagri Ribka Akan Segera Tindak Lanjuti Hasil Kunjungan
Dengan kata lain, gelar yang diperoleh dari MDIS memiliki nilai dan pengakuan setara dengan gelar dari universitas-universitas mitra mereka.
Pengakuan dan Jaringan Internasional MDIS
Sebagai institusi pendidikan yang beroperasi di Singapura, MDIS telah mengantongi berbagai sertifikasi penting.
Salah satunya adalah sertifikasi EduTrust, yang diberikan oleh Komite Pendidikan Swasta (CPE) di Singapura.
Sertifikasi ini menjadi indikator standar keunggulan institusi dalam hal manajemen, administrasi, dan kualitas pendidikan.
MDIS juga merupakan salah satu Institusi Pendidikan Swasta (PEI) pertama yang terdaftar di bawah Enhanced Registration Framework, yang semakin memperkuat posisinya di sistem pendidikan Singapura.
Dengan reputasi yang solid, MDIS telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti Singapore Prestige Brand Award (SPBA) untuk kategori Heritage Brands pada 2018 dan peringkat ke-4 dalam Enterprise 50 Award pada 2017 atas kontribusinya terhadap perekonomian Singapura.
Tak hanya itu, MDIS memiliki jangkauan global. Selain kampus utamanya di Singapura, MDIS juga memiliki kampus di Tashkent (Uzbekistan), Johor (Malaysia), dan Dushanbe (Tajikistan). Jaringan internasional ini menunjukkan komitmen MDIS untuk melayani mahasiswa dari berbagai negara.
Jejak Gibran di MDIS
Gibran Rakabuming Raka menempuh pendidikan di MDIS setelah lulus dari Orchid Park Secondary School, Singapura. Dia mulai berkuliah di MDIS pada tahun 2007 dan berhasil meraih gelar Bachelor of Science (S1) pada tahun 2010.
Gelar tersebut diperoleh dari University of Bradford, salah satu universitas di Inggris yang pernah berafiliasi dengan MDIS pada saat itu.
Hal ini menegaskan bahwa Gibran tidak kuliah di MDIS secara langsung untuk mendapatkan gelar, melainkan menempuh program yang diselenggarakan MDIS berkolaborasi dengan universitas mitra.
Dengan demikian, klaim yang mempertanyakan keaslian ijazah Gibran terbantahkan. Ijazah yang diperolehnya adalah dari University of Bradford, sebuah universitas yang diakui secara internasional, melalui program yang diselenggarakan oleh MDIS.
Fakta ini menegaskan bahwa MDIS bukanlah lembaga pendidikan abal-abal, melainkan institusi yang terpercaya dengan reputasi dan jaringan global yang luas.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Waktu Sahur Sampai Jam Berapa? Ini Batas Akhirnya Menurut Ulama
-
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh Hari Ini 24 Februari 2026, Panduan Akurat dari Kemenag RI
-
3 Cara Menghasilkan Uang dari HP Tanpa Modal untuk THR Lebaran, Terbukti Cuan Maksimal
-
7 Serum Alpha Arbutin dan Niacinamide Ampuh Hempas Noda Hitam, Siap Glowing saat Lebaran
-
Promo Kue Kaleng Indomaret Alfamart 2026 Terbaru, Potongan Harga Gede-gedean untuk Lebaran
-
3 Resep Kue Kering Lebaran Tanpa Oven, Anti Ribet Cuma Pakai Teflon
-
Apakah STNK Bisa Digadai? Tak Cuma BPKB, Cek Syarat Lengkapnya
-
Cap Go Meh 2026 Libur atau Tidak? Cek Daftar Tanggal Merah Bulan Maret
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian