Suara.com - Konten kreator asal Malaysia Aisar Khaled, banyak diperbincangkan netizen usai dikabarkan diusir warga Bali.
Potongan video yang memperlihatkan detik-detik Aisar diusir warga Bali pun viral di berbagai media sosial, seperti di TikTok dan X (Twitter).
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Bali sempat dilanda banjir bandang. Mendengar adanya kabar ini, Aisar Khaled pun lantas menuju lokasi banjir dengan niatan untuk memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir.
Namun, niat baiknya baik itu ternyata tidak berjalan mulus. Pasalnya, saat tiba di lokasi banjir Aisar Khaled diduga mendapat penolakan dari warga.
Kronologi Aisar Khaled Diusir
Awal mula Aisar Khaled diusir, ketika ia datang untuk memberikan bantuan berupa baju bekas kepada para korban banjir.
Dengan mengendarai mobil pikap, Aisar pun menuju ke salah satu titik banjir. Sejumlah warga terlihat antusias untuk berebut pakaian, bahkan ada pula yang berusaha mendekat untuk berfoto bersama Aisar.
Namun tampaknya kedatangan Aisar kurang tepat. Sebab, di momen dia datang, warga di sekitar lokasi sedang bergotong royong untuk membersihkan area sekitar setelah terkena banjir.
Kehadiran Aisar di sana memicu kerumunan warga hingga membuat jalan yang tak begitu lebar itu jadi macet.
Hal ini tentu dianggap mengganggu upaya warga gotong royong untuk membersihkan wilayah yang terdampak banjir.
Baca Juga: Niat Hati Merangkul Suporter, Influencer Malaysia Aisar Khaled Justru Jadi Bulan-bulanan
Dalam video yang beredar di berbagai media sosial, terdengar seorang pria dengan logat Bali menegur dan mengusir Aisar.
Ia meminta mobil yang membawa bantuan Aisar agar beranjak dari area yang sedang dibersihkan tersebut.
"Pergi kamu! Kamu lihat orang lagi gotong royong. Jangan kamu eksis di sini. Orang lagi bersih-bersih masyarakat, kamu bikin macet di sini. Pergi, pergi!" kata pria dengan mengusir
Mendengar teguran itu, Aisar pun sempat terdiam kemudian menjawab singkat, "Siap, Bang, terima kasih. Gas gas (sambil meminta mobil untuk jalan)". Ia pun meninggalkan lokasi bersama rombongannya.
Ketika mobil bergerak maju secara perlahan, Aisar tampak kesal dengan perlakuan tersebut dan menilai pria itu tidak tahu berterima kasih. Terdengar pula Aisar Khaled memberi tanggapan atas apa yang dialaminya.
"Gak ada hormat memang, gak bersyukur memang," ujarnya dengan wajah penuh kekecewaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok