- Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo tengah menuai sorotan publik usai bangunan musala di asrama putranya roboh.
- Ponpes ini merupakan salah satu yang tertua di Jawa Timur.
- Selain Al Khoziny, ada beberapa ponpes tertua lain di Jawa Timur, berikut adalah ulasannya.
Pesantren ini memiliki kekhasan tersendiri dengan nilai-nilai tradisi yang kuat serta semangat spiritual yang diwariskan langsung dari pendirinya.
Ponpes ini telah melahirkan banyak tokoh penting dalam sejarah Islam Indonesia, seperti KH. Abd Wahab Hasbullah dan KH. Ahmad Djazuli Ploso.
Pada tahun 2022, Ponpes Mojosari menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Jawa Timur dengan tema "Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru."
3. Pesantren Sidogiri
Pesantren Sidogiri didirikan oleh Sayyid Sulaiman, seorang keturunan Rasulullah dari marga Basyaiban yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat.
Dalam mendirikan pesantren ini, Sayyid Sulaiman dibantu oleh Kiai Aminullah, santri sekaligus menantunya, yang berasal dari Pulau Bawean.
Melansir dari laman resminya, terdapat dua versi mengenai tahun berdirinya Pesantren Sidogiri, yaitu tahun 1718 dan 1745.
Sebuah catatan dari Panca Warga tahun 1963 menyebutkan bahwa pesantren ini didirikan pada 1718.
Catatan tersebut ditandatangani oleh Almaghfurlahum KH. Noerhasan Nawawie, KH. Cholil Nawawie, dan KA. Sa’doellah Nawawie pada 29 Oktober 1963.
Baca Juga: Tragedi Musala Ambruk di Sidoarjo, 38 Santri Terkubur Reruntuhan: Akankah Berhasil Diselamatkan?
Namun, dalam dokumen lain yang ditandatangani KA. Sa’doellah Nawawie tahun 1971, disebutkan bahwa tahun tersebut merupakan ulang tahun ke-226 pesantren, sehingga disimpulkan bahwa Sidogiri berdiri pada tahun 1745.
Versi terakhir inilah yang hingga kini dijadikan patokan resmi untuk penetapan hari ulang tahun atau ikhtibar Pondok Pesantren Sidogiri yang diperingati setiap akhir tahun pelajaran.
4. Pondok Pesantren Qomaruddin
Pondok Pesantren Qomaruddin yang terletak di Sampurnan, Bungah, didirikan oleh Kiai Qomaruddin. Pada awalnya, pesantren ini bernama Darul Fiqih.
Namun sejak pertengahan tahun 1970-an, nama pesantren secara resmi diubah menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin.
Perubahan ini menjadi resmi setelah pada tahun 1972, pesantren dibentuk menjadi sebuah badan hukum berbentuk yayasan dengan nama Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin.
Itulah deretan pondok pesantren tertua di Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi
-
4 Lipstik Badai Murah Anti Luntur saat Makan, Cuma Rp30 Ribuan Bisa On Point Seharian