Hal inilah yang memicu bagian bangunan ambruk ke bawah.
BNPB menegaskan, musibah ini menjadi peringatan agar setiap pembangunan mematuhi standar teknis dan diawasi secara ketat, terutama jika bangunan digunakan untuk kegiatan publik.
Menurut pakar struktur dari ITS, Mudji Irmawan, bangunan tersebut awalnya hanya dirancang untuk satu lantai.
Namun, karena kebutuhan ruang, pengurus ponpes menambah lantai dua dan tiga tanpa perencanaan matang. Akibatnya, beban struktural meningkat dua hingga tiga kali lipat dari perhitungan awal.
Ia menambahkan, proses pembangunan seharusnya tidak boleh berjalan bersamaan dengan aktivitas harian ponpes. Fakta bahwa santri tetap menggunakan lantai dasar untuk salat ketika lantai atas sedang dicor, dianggap sebagai bentuk kelalaian yang sangat berisiko.
Isu Perizinan
Selain soal struktur, masalah perizinan juga mencuat. Bupati Sidoarjo menyatakan bangunan ponpes tersebut diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Jika benar, hal ini jelas menyalahi aturan dan memperburuk kondisi karena proses pengawasan resmi kemungkinan besar tidak pernah dilakukan.
Tanggapan Pihak Ponpes
Baca Juga: 5 Fakta Musala Pondok Pesantren Al Khoziny Ambruk: Telan Korban Jiwa, Belum Punya IMB?
Pengasuh Ponpes, KH Abdus Salam Mujib, menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk sebenarnya masih dalam tahap pembangunan. Proses konstruksi sudah berjalan sekitar 9-10 bulan, dan saat insiden terjadi, pekerja tengah melakukan pengecoran bagian atas.
Ia menegaskan, lantai-lantai atas belum difungsikan, sementara lantai dasar memang sudah dipakai sebagai musala. Meski begitu, pengakuan ini justru memperkuat kritik publik karena penggunaan bangunan yang belum selesai dianggap sangat berbahaya.
Pernyataan pihak Ponpes ini membuat banyak netizen geram. Peristiwa ini langsung menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Terlebih lagi, banyak akun yang mengunggah kondisi bangunan yang cukup memprihatinkan bahkan berbahaya.
"Ya sampe ngebangun ga safe ini memang salah pemerintah akarnya. Kurang terdidik dan aware soal safety dan tidak hadirnya enforcement body disana, " tulis akun X @budibukanintel.
Tak hanya itu, netizen lain juga mengkritik kondisi lantai atas yang kurang proposional.
"kolom terlalu kecil untuk sebuah bangunan 3 lantai, ini niatnya mau ngehemat apa gimana si?" komentar akun @starpatric877.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
5 Sepatu Safety Brand Lokal Terbaik, Nyaman & Tahan Benturan Benda Keras Mulai 200 Ribuan
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Skin Barrier Rusak, Produk Lokal Mulai Rp40 Ribuan
-
Makna Shio Kuda Api Tahun 2026, Lengkap dengan Warna dan Angka Keberuntungan Anda
-
Apakah 2 Januari 2026 Cuti Bersama? Simak Aturan SKB 3 Menteri Berikut Ini
-
4 Shio Paling Apes Januari 2026, Waspada Harus Ekstra Hati-hati
-
Lebaran 2026 Kapan? Catat Perkiraan Tanggal Idul Fitri 1447 H dan Jadwal Libur Panjangnya
-
7 Rekomendasi Vitamin D3 1000 IU yang Bagus dan Aman untuk Lambung
-
Wajib Punya! 5 Rekomendasi Sepatu Running Adidas Original Terbaik, Plus Cara Cek Keasliannya
-
Hari Ini Terakhir, Cek Promo Gantung Minyak Goreng 2 Liter dan Susu Formula di Alfamart
-
Katalog Promo 1.1 Alfamart Spesial Tahun Baru 1 Januari 2026: Banjir Buy 1 Get 1, Cek Daftarnya!