Suara.com - Amerika Serikat dikenal sebagai melting pot kuliner, menawarkan berbagai hidangan ikonik yang mencerminkan sejarah dan budaya negara ini. Dari barbekyu yang menggoda hingga dessert yang menghangatkan hati, berikut adalah 10 menu populer dalam kuliner Amerika yang wajib Anda coba.
1. Barbekyu
Dilansir dari CNN travel, Barbekyu adalah salah satu makanan yang paling diakui di AS, dengan berbagai macam gaya regional yang berbeda-beda. Dengan dimasak dengan suhu rendah dan lambat ke tingkat yang lebih tinggi.
Dari Carolina yang dikenal dengan daging babi, Texas dengan daging sapi, hingga Kansas City dengan saus tomat manis, setiap wilayah memiliki keunikan tersendiri.
2. Okra Goreng
Makanan khas ini dari menggabungkan tradisi kuliner Afrika dan cinta Amerika akan makanan yang digoreng. Okra goreng biasanya disajikan sebagai cemilan atau lauk, menawarkan rasa yang renyah dan unik.
Okra yang dilapisi tepung roti dan digoreng biasanya menjadi pilihan pertama, dengan kerenyahan dan rasa khas yang menggoda selera. Popularitas okra tetap tinggi di Selatan, dan kota Irmo di Carolina Selatan bahkan mengadakan Okra Strut tahunan untuk merayakan sayuran ini.
3. Salad Cobb
Diciptakan di California, Cobb salad adalah kombinasi dari bacon, ayam, alpukat, telur rebus, selada, tomat dan keju biru. Hidangan ini sangat populer dan bisa dimodifikasi sesuai selera masing-masing.
Baca Juga: Sate Kere, Kuliner Legendaris Solo dan Jogja yang Punya Sejarah Unik
Salad ini merupakan kreasi Bob Cobb, pemilik jaringan restoran Brown Derby yang kini sudah tidak beroperasi di Los Angeles. Pada tahun 1937, ia menciptakan salad larut malam di lokasi North Vine untuk Sid Grauman dari Grauman's Theater, menggunakan bahan-bahan yang tersedia.
Grauman menyukainya, dan begitu pula dengan masyarakat Los Angeles, hingga akhirnya salad ini menjadi populer di seluruh Amerika.
Sekarang salad ini memiliki banyak variasi, termasuk versi tropis yang menggunakan ayam berbumbu dan mangga.
4. Sandwich selai kacang dan jeli
Sandwich klasik ini adalah makanan pokok bagi banyak keluarga di AS, dikenal karena kesederhanaannya dan rasa yang lezat. Dikenal sebagai makanan praktis, roti lapis ini sering menjadi pilihan untuk bekal anak-anak.
Namun awalnya ia menjadi suguhan yang sangat mewah bagi kaum elit di awal abad ke-20. Seiring waktu, teknik produksi massal di awal tahun 1900-an dan diperkenalkannya roti lapis ini sebagai ransum bagi personel militer AS dalam Perang Dunia II turut menyebarkan daya tariknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Buttonscarves Gandeng Alexandra Lapp, Hadirkan Koleksi Syal Sutra dan Tas Kulit dengan Gaya Klasik
-
Saat Telur Jadi Harta Karun: Cara Sederhana Menghidupkan Momen Paskah Sambil Kulineran di Sini
-
5 Sepatu Lari Ortuseight Ternyaman Selain Hyperfuse 3.0 untuk Daily Run
-
Berapa Harga Sepatu Adidas Spezial Termurah? Ini 5 Tipe Paling Banyak Diskonnya
-
Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
-
5 Pilihan Parfum Pria Lokal: Wanginya Tahan Lama, Cocok Dipakai Sehari-hari
-
4 Rekomendasi Sunscreen Emina SPF 50 Terbaik untuk Menangkal Sinar UV
-
Mengenal Ibadah Alam: Cara Jemaat GKJ Baturetno Menghayati Keluhan Bumi
-
Apakah Ada Sunscreen untuk Bibir? Ini Penjelasan dan Rekomendasi Lip Balm SPF Terbaik
-
Apakah Retinol Wajah Boleh Dipakai di Bibir? Bukan Pink dan Plumpy, Ini Risiko yang Mengintai