Lifestyle / Komunitas
Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:51 WIB
Ilustrasi menulis artikel (Pixabay/Pexels)

Menulis berita bisa menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang baru memulai di dunia jurnalistik. Ketahui cara menulis berita yang bisa dengan mudah Anda pelajari ini.

Dari mana sebaiknya Anda mulai? Bagaimana cara menyusun kalimat dan melakukan wawancara dengan baik? Bagaimana pula cara menghindari informasi yang tidak benar?

Untuk membantu Anda, Suara.com telah merangkum tujuh langkah yang akan memandu Anda dalam menulis artikel berkualitas 4.0.

1. Pilih Peristiwa atau Topik Terkini yang Layak Diberitakan

Dilansir dari Eduson, berita yang pantas untuk disampaikan mencakup segala sesuatu yang terjadi di komunitas Anda dan mampu menarik perhatian pembaca. Berita tersebut harus bersifat unik, dinamis, dan memiliki dampak yang signifikan.

Contohnya meliput sebuah bisnis yang sudah lama berdiri tanpa ada perubahan berarti kurang menarik. Sebaliknya, melaporkan tentang bisnis baru di daerah Anda tentu lebih layak untuk diberitakan dan akan menarik minat pembaca terhadap perusahaan tersebut.

Kedua, kita perlu fokus pada peristiwa yang sedang berlangsung. Meliput kejadian yang terjadi seminggu yang lalu tidak akan bermanfaat bagi surat kabar, karena masyarakat sudah melupakan peristiwa tersebut dan beralih ke topik lain.

Terapkan perhatian pada keadaan terkini, terutama saat menulis berita. Apa informasi yang dapat Anda sampaikan kepada publik lebih dulu daripada yang lain? Ingatlah, Anda bukan sedang menulis artikel fitur; fokuslah pada hal-hal yang sedang berlangsung saat ini.

Terakhir, penting untuk mempertimbangkan konsep "lokalitas." Jika Anda menulis untuk surat kabar komunitas kecil, arahkan liputan Anda pada komunitas tersebut. 

Baca Juga: Halu Jadi Nyata! Begini Cara Edit Foto AI Agar Jomblo Bisa Pose Bareng Pasangan 'Buatan'

Anda boleh saja mencakup peristiwa nasional atau global, tetapi berita-berita tersebut seharusnya memiliki prioritas yang lebih rendah dibandingkan dengan kejadian yang terjadi di daerah Anda.

Jika Anda meliput berita di tingkat negara bagian, prinsip yang sama tetap berlaku. Hanya liput peristiwa internasional jika itu berpengaruh pada audiens Anda. Selanjutnya, mari kita bahas tentang wawancara.

2. Melakukan Wawancara Langsung dengan Saksi Tepat Waktu

Bagian tersulit dalam menulis berita adalah mewawancarai orang yang tepat. Jika terjadi perampokan di toko swalayan, Anda perlu berbicara dengan manajer dan, jika memungkinkan, kasir atau karyawan yang terlibat. 

Hindari mewawancarai keluarga yang sering berbelanja di sana (kecuali mereka adalah saksi) atau orang yang tidak dikenal.

Wawancara tersebut hanya akan mengalihkan perhatian dari pertanyaan penting yang perlu diajukan kepada saksi kunci, dan sebaiknya dilakukan segera, sambil memberi kesempatan kepada narasumber untuk menghadapi situasi yang mereka alami.

3. Terapkan “Empat W Utama”

Di paragraf pertama, Anda harus mencantumkan "siapa", "apa", "kapan", dan "di mana" dari berita Anda. "Mengapa" dan "bagaimana" dapat dijelaskan di paragraf berikutnya.

Ingat, tulisan jurnalistik harus mengikuti bentuk piramida, di mana informasi paling penting diletakkan di bagian atas, sementara sisanya tersebar di bagian bawah.

4. Bangun Karya Anda 

Setelah Anda mengumpulkan semua informasi yang diperlukan, mulailah menyusun tulisan Anda. Mulailah dengan informasi yang paling penting, kemudian biarkan bagian lainnya mengikuti. Seiring dengan terus berlatih menulis secara jurnalistik, Anda akan mulai merasakan alur proses ini.

5. Sisipkan Kutipan 

Beberapa penulis lebih memilih untuk menambahkan kutipan saat menulis, sementara yang lain menempatkannya di bagian tertentu setelah cerita berkembang.

Apapun pilihan Anda, pastikan untuk menyertakan kutipan dan mengidentifikasi tokoh kunci dengan menyebutkan nama lengkap, pekerjaan, dan usia mereka.

6. Teliti Fakta dan Angka Tambahan 

Tinjau kembali tulisan Anda dan perkuat dengan fakta serta angka yang relevan dari Google. Ingatlah bahwa Anda bersaing dengan media lain untuk mendapatkan perhatian pembaca, jadi tambahkan sentuhan unik agar tulisan Anda lebih menarik.

7. Bacalah Artikel Anda Dengan Keras Sebelum Dipublikasikan 

Saya selalu merekomendasikan kepada penulis untuk membaca artikel mereka dengan suara keras sebelum mengirimkannya kepada dosen atau editor.

Ini sangat membantu dalam memperbaiki struktur kalimat, frasa, dan alur cerita secara keseluruhan.

Oleh karena itu, mulailah dan temukan sebuah cerita. Jangan terlalu khawatir tentang membuat koneksi setelah menulis beberapa lusin berita, informasi akan mengalir dengan sendirinya.

Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti

Load More