- Pasar makanan dan minuman global diproyeksikan tumbuh didorong kebutuhan praktis, didukung sektor F&B Indonesia kontribusi 41,15% industri pengolahan nonmigas.
- PT Lautan Natural Krimerindo meresmikan Ellenka Xperience Center pada 12 Februari 2026 untuk mendukung inovasi pelanggan sektor food service.
- Fasilitas tersebut menjadi ruang kolaboratif riset, pengujian produk, serta pengembangan solusi inovatif, termasuk opsi plant-based dan non-dairy.
Suara.com - Industri makanan dan minuman (F&B) global terus bergerak dinamis mengikuti perubahan zaman. Laporan dari Statista memproyeksikan pasar makanan dan minuman dunia akan terus bertumbuh, didorong perubahan gaya hidup, urbanisasi, serta meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk yang praktis, inovatif, dan bernilai tambah.
Konsumen modern bukan hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman, kualitas, dan solusi yang relevan dengan gaya hidup mereka. Di Indonesia, geliat tersebut terasa semakin kuat.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, sektor makanan dan minuman berkontribusi sebesar 41,15% terhadap industri pengolahan nonmigas.
Angka ini menempatkan F&B sebagai sektor strategis nasional sekaligus motor penggerak ekonomi. Pertumbuhan kafe, restoran, bisnis minuman kekinian, hingga brand lokal yang berekspansi menunjukkan bahwa pasar domestik memiliki potensi luar biasa.
Perubahan preferensi konsumen, percepatan tren beverages dan kopi, serta meningkatnya ekspektasi terhadap kualitas produk membuat inovasi bukan lagi sekadar pembeda, melainkan kebutuhan mendasar.
Pelaku industri dituntut bergerak cepat, adaptif, dan mampu menciptakan diferensiasi yang relevan. Dalam konteks inilah kolaborasi, riset, dan teknologi menjadi kunci.
Menjawab dinamika tersebut, PT Lautan Natural Krimerindo (LNK) meresmikan Ellenka Xperience Center pada 12 Februari 2026 di Tangerang dan Gresik.
Kehadiran fasilitas ini dilatarbelakangi kebutuhan nyata pelanggan, khususnya di sektor food service (horeca), yang memerlukan ruang inovasi dan diskusi teknis secara langsung.
Pertumbuhan pesat industri minuman dan kopi semakin memperkuat urgensi adanya fasilitas yang mampu mempercepat inovasi, diferensiasi produk, sekaligus penetrasi pasar.
Baca Juga: 5 Promo Kuliner Spesial Ramadan 2026, Bukber Makin Hemat Mulai Rp18 Ribuan!
Ellenka Xperience Center dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk eksplorasi, pengujian, hingga pengembangan produk secara langsung. Pelanggan dan mitra bisnis dapat melakukan product testing, mencoba berbagai formulasi, hingga mendapatkan pengalaman hands-on untuk mempercepat proses dari ide menuju prototipe yang siap diterima pasar.
Didukung tim R&D dan commercial LNK, proses inovasi menjadi lebih terarah dan efisien melalui demo produk, workshop, pelatihan, serta sesi konsultasi yang membahas tren terbaru industri F&B.
Langkah ini menegaskan bahwa peran perusahaan bahan baku tidak lagi berhenti sebagai supplier, tetapi berkembang menjadi partner inovasi. Kolaborasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan nilai tambah dan menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
Tak hanya berfokus pada inovasi produk, Ellenka Xperience Center juga mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan. Pengembangan solusi berbasis plant-based dan non-dairy menjadi perhatian utama, sejalan dengan tren global dan preferensi konsumen modern yang semakin sadar kesehatan dan lingkungan.
“Melalui Ellenka, LNK terus memperkuat positioning sebagai alternatif bahan pangan dengan semangat #EnakBisaSehat, sementara Ellenka Professional diarahkan untuk menjadi Taste Solution Expert bagi pasar HORECA,” ungkap Juwono Hartanto, Chief Commercial Officer PT Lautan Natural Krimerindo.
Dengan hadirnya Ellenka Xperience Center West di Tangerang dan Ellenka Xperience Center East di Gresik, LNK berharap dapat menjadi katalisator inovasi pangan dan kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi ekosistem kopi dan industri kuliner di Indonesia maupun secara global.
Di tengah pertumbuhan industri F&B yang semakin kompetitif, inovasi berkelanjutan dan kemitraan strategis menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa industri ini tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkembang dengan kualitas dan daya saing yang lebih kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
4 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Pori-Pori Besar Sesuai Klaim Produknya
-
Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai
-
4 Tips Mengatasi Sepatu Putih yang Menguning, Cukup Pakai Bahan Ini Bisa Kinclong Lagi
-
Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya
-
Siapa Owner Parfum Scarlett? Ini Profil Pemilik Parfum Terlaris di Indonesia
-
4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan di Wajah dan Harga Terjangkau
-
Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar
-
Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?
-
MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
-
5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate