- Anies Baswedan mengkritik sistem pendidikan Indonesia sudah ketinggalan zaman.
- Diketahui ia pernah menjabat sebagai Mendikbud.
- Sayangnya masa jabatannya terbilang singkat.
Suara.com - Anies Baswedan baru-baru ini melontarkan kritikan tajam terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Ia menyebut sistem yang berlaku saat ini sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi relevan dengan tantangan global.
Pernyataan ini mengingatkan publik akan rekam jejak Anies saat ia sendiri pernah menduduki kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Lantas, berapa lama sebenarnya Anies Baswedan menjabat sebagai Mendikbud?
Kritik Anies Baswedan terhadap Sistem Pendidikan Indonesia
Kritik tersebut disampaikan Anies Baswedan saat menjadi pembicara dalam forum bergengsi ASEAN for the Peoples Conference di The Sultan Hotel, Jakarta, pada Minggu, 6 Oktober 2025.
Dalam sesi tersebut, Anies mulanya ditanya mengenai reformasi pendidikan yang diperlukan untuk mencapai target Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat pada 2045.
"Kita memiliki anak-anak abad ke-21. Namun, sistem sekolah kita masih beroperasi dengan pola pikir abad ke-20," ujarnya dalam bahasa Inggris.
Anies lantas menekankan bahwa sistem pendidikan perlu bertransformasi agar lebih relevan dengan tantangan abad ke-21. Ia mengusulkan adanya kurikulum lintas negara di kawasan ASEAN sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi pendidikan di Asia Tenggara.
Pernyataan ini tentu menarik perhatian, mengingat Anies Baswedan pernah memiliki kesempatan untuk melakukan reformasi pendidikan saat ia menjabat sebagai Mendikbud.
Baca Juga: Nilai 11 Masih Diingat Terus, Prabowo Sebut Anies yang Bikin Dirinya Menang
Jejak Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Jauh sebelum dirinya bertarung di politik elektoral sebagai calon presiden, Anies pernah dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan Presiden Joko Widodo periode pertama.
Ia ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ke-26 dan resmi diangkat pada 27 Oktober 2014, bersama 33 menteri lain yang tergabung dalam Kabinet Kerja.
Menariknya, pada saat bersamaan, pria kelahiran 7 Mei 1969 ini juga masih menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2007-2015. Artinya ia sempat rangkap jabatan di awal masa kepemimpinannya di Kemendikbud.
Kebijakan dan Program Penting di Era Anies Baswedan
Meskipun masa jabatannya terbilang singkat, Anies Baswedan meninggalkan beberapa jejak kebijakan yang cukup mencolok selama memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
-
5 Water Heater Low Watt Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga Minimalis
-
5 Cushion Anti Keringat untuk Pekerja Kantoran, Makeup Tetap Fresh dan Tak Luntur
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis