Suara.com - Di tengah sorotan publik terkait robohnya bangunan masjid di salah satu pondok pesantren di Sidoarjo, perhatian banyak pihak kini tertuju pada kondisi infrastruktur pesantren di Indonesia.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai mayoritas pondok pesantren masih jauh tertinggal dari sisi bangunan. Dari lebih dari 42 ribu pesantren, hanya segelintir yang memiliki infrastruktur modern, salah satunya Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur.
Dody menyebut Pesantren Tebuireng bisa dijadikan contoh ideal karena memiliki fasilitas yang layak, aman, dan terstandar. Berbeda dengan mayoritas pesantren yang bangunannya masih seadanya, Tebuireng kini memiliki infrastruktur kokoh, tertata, dan memenuhi standar keamanan.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebutnya sebagai salah satu pesantren dengan bangunan paling ideal di Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren bisa berkembang tanpa meninggalkan tradisi keilmuan salafiyah.
Menko PM A. Muhaimin Iskandar bahkan menekankan pentingnya izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) agar insiden serupa tidak terulang. Data Kementerian PU mencatat, dari 42.433 pondok pesantren di Indonesia, baru sekitar 51 pesantren yang mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Izin ini penting untuk memastikan kualitas struktur, keamanan, dan kelayakan bangunan. Pesantren Tebuireng menjadi salah satu yang disebut pemerintah sebagai contoh pesantren dengan bangunan ideal, modern, dan berizin.
Lalu, seperti apa sebenarnya potret Pesantren Tebuireng yang sudah berdiri lebih dari satu abad ini? Berikut ulasannya dalam bentuk listikel.
1. Sejarah Nama Tebuireng
Nama Tebuireng berasal dari sebuah kisah rakyat di Dusun Cukir. Konon, dahulu ada seekor kerbau berkulit kuning yang terperosok di rawa penuh lintah hingga kulitnya berubah hitam.
Baca Juga: Siapa Pendiri Ponpes Tebuireng? Bangunan Pesantren Dipuji Menteri PU
Pemiliknya berteriak, “Kebo ireng! Kebo ireng!” yang kemudian melekat menjadi nama dusun. Seiring perkembangan zaman, nama itu berubah menjadi Tebuireng. Ada pula yang mengaitkannya dengan banyaknya tanaman tebu berwarna hitam di kawasan tersebut.
2. Pendirian Pesantren Tebuireng
Pesantren Tebuireng didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 3 Agustus 1899. Bermula dari sebuah rumah bambu berukuran 6 x 8 meter yang separuhnya dijadikan musala, pesantren ini pertama kali hanya memiliki delapan santri. Tiga bulan kemudian, jumlah santri bertambah menjadi 28. Dari sinilah tonggak berdirinya salah satu pesantren terbesar di Indonesia dimulai.
Keberadaan pesantren ini sempat ditolak warga karena dianggap mengganggu kebiasaan mereka yang kala itu marak berjudi dan mabuk akibat industrialisasi pabrik gula. Bangunan pesantren kerap dilempari batu hingga ditusuk dengan senjata tajam. Selama lebih dari dua tahun, para santri harus berjaga malam bergiliran demi keselamatan.
Untuk menghadapi gangguan, Kiai Hasyim mengundang empat sahabatnya dari Cirebon untuk melatih para santri ilmu pencak silat dan kanuragan selama delapan bulan. Sejak saat itu, teror semakin berkurang, dan banyak warga justru ikut berguru.
Bahkan, beberapa mantan penjahat akhirnya menjadi murid Kiai Hasyim setelah kalah dalam adu fisik dengannya. Perlahan masyarakat mulai menerima kehadiran Kiai Hasyim setelah melihat ketokohannya.
Berita Terkait
-
Siapa Pendiri Ponpes Tebuireng? Bangunan Pesantren Dipuji Menteri PU
-
Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis
-
Rumah di Pademangan Ambruk Saat Direnovasi, Dua Kuli Bangunan Selamat Usai Satu Jam Terkubur
-
Gema Adzan Sang Ayah di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Ikhlas Melepas Anaknya Syahid
-
Sesal Orang Tua Santri Korban Ponpes Roboh, Anak Sempat Tolak Balik Pesantren 2 Hari Sebelum Tragedi
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
7 Conditioner di Indomaret untuk Rambut Kering dan Mengembang
-
Siapa Istri Roby Tremonti Sekarang? Isu Grooming Seret Nama Sang Aktor
-
Biodata dan Agama Roby Tremonti yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
-
8 Moisturizer Gel yang Tidak Bikin Kulit Kusam dan Ampuh Mengunci Kelembapan
-
7 Rekomendasi Susu Penambah Berat Badan Dewasa Terbaik di Apotek
-
5 Moisturizer Lokal untuk Usia 45 Tahun, Bantu Kurangi Tampilan Tanda Penuaan
-
5 Toner Ekstrak Beras untuk Kulit Awet Muda, Mulai dari Rp25 Ribuan
-
Dari Minuman Kekinian hingga Dessert Estetik, Ini Dia Tren Kuliner Viral 2025
-
Jadi Juara, ISI Jogja & SMKN 5 Denpasar Siap Tampil di Grand Final iForte National Dance Competition