-
Seorang ayah mengumandangkan adzan di dekat reruntuhan sebagai panggilan terakhir untuk anaknya.
-
Bangunan musala Ponpes Alkhoziny runtuh akibat kegagalan konstruksi saat renovasi berlangsung.
-
Sebanyak 67 santri meninggal dunia dan 103 lainnya luka-luka dalam tragedi ini.
Suara.com - Di tengah duka mendalam yang menyelimuti tragedi runtuhnya bangunan Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al khoziny di Sidoarjo, sebuah video yang menggetarkan hati beredar luas.
Video tersebut merekam momen seorang ayah yang dengan suara bergetar mengumandangkan adzan di dekat puing-puing reruntuhan.
Momen haru tersebut menjadi simbol kepasrahan dan keikhlasan seorang ayah yang meyakini putranya telah berpulang sebagai syahid.
Dalam kepiluan yang tak terhingga, sang ayah dalam video tersebut tampak menengadahkan tangan seolah memanggil dan mendoakan buah hatinya untuk yang terakhir kali.
Sikap ini mencerminkan perasaan banyak keluarga korban yang telah menerima takdir dengan tabah, meski proses penantian selama berhari-hari sangat menguras emosi.
Kisah serupa datang dari Abd Rohim, salah satu ayah korban bernama Muhammad Azka Ibadurrahman yang mengaku lega setelah mengetahui kepastian nasib putranya.
Ia dan banyak keluarga lainnya telah menyatakan keikhlasan dan tidak akan menuntut pihak pondok pesantren atas musibah ini.
Latar Belakang Tragedi Runtuhnya Musala
Musibah nahas ini terjadi pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Baca Juga: Labfor Polri Turun Tangan, 14 Sampel DNA Korban Ponpes Al Khoziny Dibawa ke Jakarta buat Diteliti
Bangunan musala tiga lantai di kompleks Ponpes Alkhoziny yang sedang dalam tahap renovasi tiba-tiba ambruk.
Peristiwa itu terjadi tepat saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Asar berjamaah di lantai dasar.
Menurut penyelidikan awal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penyebab runtuhnya bangunan diduga kuat akibat kegagalan konstruksi.
Tiang pondasi disinyalir tidak mampu menahan beban material cor untuk lantai atas yang baru saja selesai dikerjakan pada hari itu.
Pencarian Dihentikan, Total 67 Korban Jiwa Ditemukan
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, TNI-Polri, dan berbagai unsur relawan telah bekerja tanpa henti selama lebih dari seminggu untuk mencari dan mengevakuasi para korban.
Berita Terkait
-
Labfor Polri Turun Tangan, 14 Sampel DNA Korban Ponpes Al Khoziny Dibawa ke Jakarta buat Diteliti
-
Apa Itu Badal Umrah yang Dilakukan Pihak Ponpes Al Khoziny Usai Tragedi Gedung Ambruk?
-
Bukan Takdir, Konten Kerator Ini Bongkar Dugaan Kelalaian Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
-
Cak Imin Ditunjuk Prabowo Periksa Pesantren, Wakil Ketua DPR Cucun: Bukti Negara Hadir
-
Sesal Orang Tua Santri Korban Ponpes Roboh, Anak Sempat Tolak Balik Pesantren 2 Hari Sebelum Tragedi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional