Lifestyle / Male
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 16:38 WIB
Fiqih Alamsyah, lelaki yang melaporkan Dimas Anggara 7 tahun lalu pada Kamis, 9 Oktober 2025. [Suara.com/Rena Pangesti]

Mereka meminta pengembalian uang sewa food court selama satu tahun, tetapi Fiqih hanya bersedia mengembalikan uang sewa empat bulan.

“Siangnya datang lagi oknum TNI berseragam mengintimidasi Fiqih. Kemudian, malam-malam pukul 22.00 WIB, Dimas, Glen, dan beberapa teman mereka datang ke Fiqih, mengintimindasi,” ujarnya lebih lanjut.

Fiqih juga ikut memberikan keterangan bahwa malam itu Dimas juga membentak dan menunjuk-nunjuk wajahnya.

“Katanya saya pernah membentak bokapnya Dimas padahal itu bokapnya Glen. Saya ajak ngomong di luar, ternyata di luar banyak temennya, sekitar tujuh atau sepuluh orang, bertato. Dimas bilang ke saya ini mau diselesaikan secara preman atau hukum rimba, gue habisin lo di sini, mati lo di sini,” ujarnya kemudian.

Fiqih mengaku tangannya sempat dipelintir oleh Dimas, ia juga melihat sang aktor memegang senjata tajam di balik badan. Banyak saksi mata yang melihat kejadian tersebut, tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak.

Fiqih Alamsyah Ajak Dimas Anggara Duel di Ring

Setelah menunggu tanpa kepastian selama tujuh tahun, Fiqih Alamsyah secara terbuka mengajak Dimas Anggara untuk menyelesaikan masalah ini secara jantan di atas ring.

Ia menyiratkan bahwa jika negara tidak bisa memberinya keadilan, ia lebih memilih untuk adu kekuatan secara langsung dengan lawannya itu.

“Kalau memang dalam kepastian hukum ini tidak ada kepastian, kita menunggu sampai tujuh tahun juga tidak ada kepastian hukum, mendingan kita olahraga bareng aja. Ya naik ring aja, kan lebih seru tuh. Jadi gentleman dong kalau memang berani satu lawan satu,” ujarnya saat ditemui di Polsek Cilandak pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Baca Juga: Jalur Hukum Buntu, Korban Dugaan Pengeroyokan Tantang Dimas Anggara Duel di Ring

Kontributor : Rizky Melinda

Load More