-
Meskipun pemutusan kontrak dilakukan secara mutual, FIFA tetap menilai bahwa pihak klub atau federasi memiliki kewajiban finansial hingga masa kontrak berakhir.
-
Berdasarkan kasus sebelumnya dengan klub Adana, Kluivert menerima kompensasi yang mencakup gaji tertunggak dan biaya pemutusan kontrak, yang dibayarkan dalam dua tahap.
-
Dengan sisa kontrak 14 bulan, PSSI berpotensi menanggung kompensasi hingga Rp37,8 miliar jika memutus kerja sama lebih awal, belum termasuk fasilitas tambahan seperti tempat tinggal dan staf asing.
Suara.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan telah memutus kontrak kerja sama dengan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert beserta jajarannya pada Kamis (16/10/2025).
Kabar tersebut diumumkan melalui akun media sosial X. PSSI mengaku keputusan ini telah disepakati bersama dan didiskusikan secara terbuka.
"Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini," cuit PSSI.
Diketahui, karir Patrick Kluivert di sepak bola Indonesia cukup pendek. Ia masuk pada 8 Januari 2025. Belum genap satu tahun, mantan pesepak bola asal Belanda ini didepak usai gagal membawa skuad Garuda ke Piala Dunia 2026.
Keputusan memecat Patrick Kluivert beserta rekan-rekannya ini membuat publik geram. Mereka juga menyinggung pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong, yang memiliki nasib sama.
Sejumlah warganet juga menyayangkan sikap PSSI yang dinilai terlalu gegabah. Pasalnya, hal itu berkaitan dengan dana kompensasi yang harus diberikan kepada pelatih yang dipecat sebelum kontrak berakhir.
"Kalian juga napa sih pake ganti STY (Shin Tae Yong) dulu? Ini kan gambling dan nggak masuk akal. Dia (Patrick Kluivert) mah enak datang dan pergi. Lah kita? Dapat sedihnya doang," kesal seorang warganet.
"Bayar kompensasi STY, sekarang bayar kompensasi PK. Kita memang negara kaya raya kok ya? Jangan gegabah lagi milih pelatih. Nggak usah bikin-bikin interview di hari libur lagi," tegur warganet yang lain.
"Tahu gitu ngapain STY diganti? Habis cuma bayar pesangon 2 pelatih. Udah dikasih 200 miliar loh dari Kemenpora," sindir warganet lainnya.
Baca Juga: Alasan Patrick Kluivert Dipecat
Kisaran Uang Kompensasi yang Perlu Dibayar PSSI
Kisaran dana kompensasi yang diterima Patrick Kluivert dapat dilihat dari kasus serupa antara Patrick Kluivert dengan klub Turki, Adana Demirspor pada 2023 lalu.
Berdasarkan putusan FIFA Football Tribunal (nomor FPSD-13870, tertanggal 4 April 2024), saat itu Adana harus membayar kompensasi sebesar 292.666 euro, atau sekitar Rp5,7 miliar kepada Patrick Kluivert.
Jumlah kompensasi tersebut mencakup dua komponen utama, yakni gaji yang tertunggak sebesar 142.666 euro (Rp2,7 miliar) dan biaya pemutusan kontrak senilai 150.000 euro (Rp2,8 miliar).
Untuk kasus Indonesia, sisa masa kontrak Patrick Kluivert adalah 14 bulan, sebab ia dikontrak selama 12 bulan. Ia mendapat gaji sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan.
Maka, PSSI berpotensi menanggung kewajiban finansial sebesar Rp21 miliar sebagai kompensasi atas pemutusan kerja sama.
Jumlah tersebut mencakup seluruh hak Kluivert hingga akhir kontrak, namun belum dengan fasilitas yang telah disepakati seperti tempat inggal, staf sing hingga asisten pelatih.
Jika pemecatan dilakukan tanpa kesepakatan bersama, beban anggaran federasi bisa membengkak, membuat PSSI mengalami kerugian ganda, baik dari sisi finansial maupun dari sisi stabilitas program pembinaan tim nasional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN
-
Bandara Husein Sastranegara Segera Aktif Lagi, Farhan Sebut Bakal Layani 11 Rute
-
15 Teman Kuliah Jokowi di UGM akan Bersaksi saat Sidang Roy Suryo dan dr Tifa
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan
-
Oknum Pejabat Madiun Tertangkap Kamera Asyik Main Kartu Virtual saat Rapat Paripurna di DPRD
-
Penjualan Mobil Niaga Ringan Melonjak, Gaikindo Akui Kontribusi MBG
-
Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan
-
Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
-
ENHYPEN Hadiri Panel Vampir di San Diego Comic-Con 2026 Lewat DARK MOON
-
Parpol Tak Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Diusulkan Didiskualifikasi