Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tengah menjadi sorotan karena adu argumen.
Isu krusialnya adalah terkait dugaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat senilai lebih dari Rp4,17 triliun yang disebut-sebut "mengendap" di perbankan dalam bentuk deposito.
Ketegangan itu tak hanya menjadi perdebatan soal angka dan data, tetapi juga menyoroti latar belakang pendidikan keduanya. Simak beda pendidikan Menkeu Purbaya dan KDM yang tengah beradu argumen soal APBD Jabar berikut ini.
Pendidikan Menkeu Purbaya
Meski kini menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa tidak memulai perjalanannya sebagai seorang ekonom murni. Dia justru mendapat gelar sarjana dari ranah teknik.
Purbaya meraih gelar Sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Teknik Elektro. Latar belakang sebagai insinyur ini disebut sebagai salah satu keunggulannya karena memberikan kerangka berpikir yang logis, terstruktur, dan berbasis data.
Setelahnya, Purbaya punya ketertarikan dalam bidang ekonomi yang diwujudkannya dengan menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, Purbaya berhasil meraih dua gelar bergengsi sekaligus dari Purdue University, Indiana yakni Master of Science (M.S.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang Ekonomi.
Kombinasi langka antara ilmu teknik yang presisi dan ilmu ekonomi yang strategis ini menjadikan Purbaya sebagai seorang teknokrat yang komplet. Diketahui Purbaya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 lalu untuk menggantikan Sri Mulyani.
Pendidikan Dedi Mulyadi
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hadir dengan jejak pendidikan yang kental dengan aktivisme dan kebijakan publik. KDM menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Negeri Sukabati Subang pada tahun 1978-1984.
Selanjutnya, dia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kalijati Subang pada tahun 1984-1987. Pendidikan menengah atas Dedi tempuh di SMA Negeri Purwadadi Subang pada tahun 1987-1990.
Baca Juga: HSBC Indonesia Sebut Suntikan Dana Rp200 Triliun Ala Menkeu Purbaya Belum Ngefek
Usai menyelesaikan pendidikan menengah, Dedi Mulyadi sempat bekerja dan aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sebelum akhirnya masuk ke perguruan tinggi. Pada tahun 1995, Dedi memulai pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purnawarman Purwakarta. Dia pun lulus pada tahun 1999 dengan gelar Sarjana Hukum (S.H.).
Fokus studinya pada hukum membentuk pemahaman KDM tentang regulasi, sistem pemerintahan yang efektif, dan keadilan. Selama kuliah, dia aktif berorganisasi, bahkan pernah menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta.
Untuk memperkuat kapasitas manajerialnya sebagai pemimpin daerah, Dedi Mulyadi kemudian melanjutkan ke jenjang magister dan meraih gelar di bidang Magister Manajemen dari Universitas Widyatama, Bandung, pada tahun 2021. Dedi Mulyadi diketahui resmi menjabat Gubernur Jabar sejak 20 Februari 2025, usai memenangkan Pilkada Jabar 2024.
Purbaya vs KDM: Adu Data dan Transparansi APBD Jabar
Pemicu adu argumen ini adalah pernyataan Menkeu Purbaya bahwa total dana daerah yang mengendap di perbankan mencapai Rp234 triliun. Secara spesifik, Pemprov Jabar berada di urutan kelima penyimpan dana tertinggi dengan angka Rp4,17 triliun, di bawah Provinsi Jakarta (Rp14,6 triliun).
Purbaya menegaskan data ini bersumber langsung dari Bank Indonesia (BI), bank sentral yang menerima laporan rutin dari perbankan. "Tanya saja ke Bank Sentral. Itu kan data dari sana," ujar Purbaya menanggapi tantangan KDM yang ingin sang Menkeu mengumumkan temuannya secara transparan.
Selain itu Purbaya menepis tudingan bahwa dirinya menuding langsung Pemprov Jawa Barat. Dia mengatakan, data mengenai dana APBD yang mengendap di bank sebelumnya pun telah disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.
Berita Terkait
-
Disuruh Prabowo Pindahkan Uang Korupsi Rp 13,2 T, Purbaya: LPDP Uangnya Masih Kebanyakan
-
Baru Sebulan Lebih Jabat Menkeu, Purbaya Dianggap Berkinerja Baik, Apa Rahasianya?
-
Menkeu Purbaya Ungkap Nasib Insentif Mobil, Singgung Kesiapan Industri Otomotif
-
Ditantang Dedi Mulyadi, Menkeu Purbaya: Mungkin Anak Buahnya Ngibulin Dia
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern
-
Sensasi Gelas Beku -86 Derajat Celsius hingga Rasa Okinawa, Ini Cara BeanStar Coffee Ubah Tren Ngopi
-
Micellar Water dan Cleansing Oil Bagus Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Bersihkan Makeup
-
5 Mesin Cuci 2 Tabung Low Watt Kapasitas Besar, Harga Termurah Pas Buat Bed Cover
-
5 Rekomendasi Serum Wardah untuk Kulit Cerah Merata dan Skin Barrier Kuat
-
5 Shio Paling Hoki 22 April 2026, Panen Rezeki Tak Terduga
-
5 Opsi AC Portable 1/2 Pk untuk Persiapan El Nino, Ada yang Dijual 2 Jutaan
-
Berapa Harga Sepeda Fixie? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Paling Hemat Budget
-
Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan
-
Olahraga di Sore Hari Jam Berapa? Ini Rentang Waktu yang Paling Ideal