- Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) mendesak pemerintah Indonesia memasukkan penyandang disabilitas dalam kerangka kerja iklim UNFCCC karena kerentanan mereka tinggi.
- Ketua Umum PJS, Yeni Rossa Damayanti, menyampaikan tuntutan ini kepada Menteri Lingkungan Hidup pada COP30 di Belem, Brasil, Senin (17/11/2025).
- PJS menuntut prinsip partisipasi penuh "Nothing About Us Without Us" agar kebijakan iklim tidak lagi mengabaikan kebutuhan kelompok disabilitas.
Suara.com - Di dalam rapat yang padat dan layar monitor penuh dengan grafik pemanasan global, ada satu kelompok yang kehadirannya nyaris tak terlihat. Mereka duduk di barisan belakang, mendengar, menunggu, tetapi jarang diajak bicara.
Mereka adalah penyandang disabilitas, kelompok yang paling rentan terhadap dampak krisis iklim, namun paling jarang masuk dalam lingkar perumusan kebijakan.
“Tak seorang pun boleh ditinggalkan.” Slogan ini mendorong Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) untuk meminta pemerintah Indonesia mengakui penyandang disabilitas sebagai bagian resmi dari kerangka kerja iklim PBB (UNFCCC).
Mereka menekankan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi pihak yang duduk di meja yang sama, alih-alih sekadar kelompok yang “dibantu bila sempat”.
Seruan itu disampaikan langsung oleh Yeni Rossa Damayanti, Ketua Umum PJS, kepada Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat COP30 di Belem, Brasil, Senin (17/11/2025) lalu.
Yeni menegaskan bahwa banyak kebijakan iklim Indonesia masih “buta terhadap keberadaan disabilitas”. Tak ada penyebutan eksplisit, tak ada penegasan prioritas, dan akibatnya, perlindungan negara kerap berakhir hanya untuk mereka yang paling mudah dijangkau.
Padahal, di tengah krisis iklim, penyandang disabilitas memikul risiko berlapis. Program adaptasi sering kali tak aksesibel, jalur partisipasi publik menutup pintu lebih cepat bagi mereka, sementara transisi energi yang digadang-gadang sebagai masa depan justru bisa menambah biaya hidup keluarga yang sudah rapuh secara ekonomi.
Dalam forum COP30, Yeni meminta delegasi Indonesia memastikan penyandang disabilitas masuk dalam seluruh proses kebijakan iklim: dari tahap penyusunan rencana nasional adaptasi, strategi mitigasi, hingga pemantauan dan pelaporan.
“Pemerintah harus menegakkan prinsip ‘Nothing About Us Without Us’ dalam COP30 sehingga penyandang disabilitas dilibatkan sebagai aktor dan mitra, bukan sekadar penerima bantuan,” ujar Yeni.
Baca Juga: Zidan Pria Disabilitas Diterima Kerja PT Transjakarta, Ucap Terima Kasih ke Pramono Anung
PJS menegaskan bahwa konferensi iklim sebesar apa pun tidak memiliki makna jika kelompok paling rentan tetap tidak dijangkau. Kebijakan iklim, secanggih apa pun, akan gagal bila tidak menyentuh mereka yang paling membutuhkan perlindungan.
(Muhamad Ryan Sabiti)
Berita Terkait
-
Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat
-
Peneliti: Pemanasan Arktik dan Antartika Bisa Picu Gelombang Penyakit di Dunia
-
Bukan Cuma Jakarta, Ini 10 Kota Paling 'Beracun' di Dunia yang Bikin Sesak Napas
-
Diwawancara Pramono, Zidan Penyandang Disabilitas Diterima Kerja di Transjakarta
-
Zidan Pria Disabilitas Diterima Kerja PT Transjakarta, Ucap Terima Kasih ke Pramono Anung
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
4 Zodiak Paling Mengerikan dan Horor Ketika Marah, Ada yang Tak Segan Balas Dendam
-
4 Shio yang Beruntung Selama 25-31 Mei 2026, Banyak Hal Baik Terjadi
-
Momen Makan Daging Saat Idul Adha Bikin Khawatir Kolesterol? Begini Cara Menyiasatinya
-
Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
-
5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
-
4 Zodiak yang Mudah Meraih Kesuksesan Dalam Karier dan Punya Jiwa Pemimpin Kuat
-
Profil Gus Hilman: Anggota DPR RI Usia 25 Tahun yang Lolos dari Maut di Tol Paspro saat Naik Innova
-
3 Zodiak yang Diprediksi Kehidupannya Lebih Baik dan Sukses Mulai Hari Ini 24 Mei 2026
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Wajah Kusam? Ini 5 Rekomendasi Produk di Indomaret
-
5 Parfum HMNS Terlaris di Shopee yang Wangi Tahan Lama dan Harganya