- Pondok Rosario Nazareth menawarkan doa sunyi dan pengalaman spiritual yang menenangkan.
- Gereja Puhsarang memadukan iman Katolik dan budaya Jawa.
- Akses makin mudah berkat Dhoho International Airport dan dukungan Bupati Kediri.
Suara.com - Di lereng Gunung Wilis, di antara hening malam dan aroma tanah basah, Gereja Puhsarang berdiri sebagai salah satu pusat spiritual paling dikenal umat Katolik.
Namun di balik kemegahan kompleksnya, terdapat sebuah sudut kecil yang tak kalah penting, Pondok Rosario Nazareth.
Terletak tak jauh dari jalur ziarah utama, pondok sederhana ini kerap disebut umat sebagai “tempat Bunda beristirahat”, ruang sunyi yang membawa peziarah pada kedalaman hati mereka.
Pondok Rosario Nazareth menawarkan suasana Nazareth dalam bentuk paling lembut. Di sini, doa-doa rosario dipanjatkan dalam keheningan.
Pada bulan Mei dan Oktober, ketika devosi kepada Bunda Maria mencapai puncaknya, pondok ini menjadi tempat di mana banyak peziarah merasakan seolah berada di rumah Bunda sendiri.
Di kompleks ini disediakan tiga pondok rosario, masing-masing mewakili peristiwa gembira, sedih, dan mulia dalam kehidupan Tuhan Yesus.
Berbeda dengan Gua Maria Lourdes yang ramai, Pondok Rosario Nazareth menjadi ruang batin yang lebih personal. Doanya tidak lantang, tidak tergesa—lebih pelan, lebih dalam.
Banyak yang datang bukan untuk meminta sesuatu, tetapi untuk menyerahkan diri sepenuhnya.
Doa Tengah Malam: Ketika Sunyi Menjadi Bahasa Iman
Baca Juga: 29 Warga Luka-Luka dan Satu Gereja Rusak Akibat Gempa Bumi Poso
Tradisi tak tertulis yang telah berlangsung bertahun-tahun membuat pondok ini memiliki daya tarik tersendiri pada malam-malam tertentu, terutama Jumat Legi dan Selasa Kliwon.
Setelah berziarah di Gua Maria Lourdes, sejumlah umat memilih menunggu hingga tengah malam di pondok ini. Tidak ada liturgi, tidak ada nyanyian—hanya lilin kecil dan angin malam yang membawa bisikan doa.
Di tengah gelap dan hening, peziarah duduk dalam kontemplasi: memegang rosario, menutup mata sambil merapal doa, atau hanya diam dan merenung. Tidak sedikit dari mereka yang menangis—kadang tanpa kata, hanya dengan keheningan yang menyembuhkan.
“Saya ke sini beberapa kali, seringnya waktu kerjaan lagi penat-penatnya atau butuh petunjuk dalam keputusan. Diam aja semalaman, kayak bicara dengan diri sendiri dan Tuhan. Yang penting hati enteng pas pulang,” tutur Andreas, pengunjung asal Jakarta.
Banyak umat percaya bahwa pada jam-jam sunyi itu, batas antara manusia dan langit menjadi lebih tipis.
Ketika Iman Katolik Bertemu Jiwa Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Tembus Tembok Retail Modern: Cara UMKM Jakarta Barat Naik Kelas dari Lokal ke Global
-
5 Shio Paling Hoki Besok 14 Januari 2026, Ada Ular dan Monyet
-
7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
-
5 Body Lotion Kolagen untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Kenyal dan Sehat Terawat
-
5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
-
Bikin Cuan Ngalir Terus, Ini 7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan untuk Dekorasi Rumah
-
16 Januari 2026 Libur Isra Miraj, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Umat Islam
-
4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
-
Bukan Buka Luka Lama, Psikolog Ungkap Pentingnya Aurelie Moeremans Tulis Pengalaman Traumatiknya
-
Viral Kisah Pilu Aurelie Moeremans, Ini Ciri Pelaku Child Grooming yang Perlu Diwaspadai