Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 29 November 2025 | 12:58 WIB
Kenapa Banjir Sumatera Tidak Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional? (bnpb.go.id)

Jalan penghubung antara Tapanuli Utara–Sibolga menjadi titik yang paling menantang untuk dibuka. Namun, upaya pembukaan akses dilakukan secara paralel dengan evakuasi korban serta distribusi logistik bagi warga yang masih membutuhkan.

Cuaca cerah dalam beberapa hari terakhir membantu mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Tim gabungan akhirnya dapat mencapai sejumlah lokasi yang sebelumnya benar-benar tidak bisa ditembus.

Karena bencana banjir tersebut tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Untuk memahami kenapa banjir Sumatera tidak masuk kategori bencana nasional, Suharyanto mengingatkan kembali bahwa Indonesia jarang menetapkan status tersebut.

Dalam sejarah, hanya dua peristiwa yang ditetapkan sebagai bencana nasional:

  1. Tsunami Aceh 2004, yang melumpuhkan total pemerintah daerah dan infrastruktur publik.
  2. Pandemi Covid-19, yang berdampak nasional dan mengganggu seluruh sendi kehidupan.

Sementara beberapa bencana besar lainnya seperti Gempa Palu, Gempa NTB, hingga Gempa Cianjur juga tidak dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional, meski skala kerusakan sangat besar.

Dengan kata lain, penetapan status bencana nasional memiliki batasan yang ketat dan hanya diberlakukan ketika pemerintah daerah benar-benar tidak mampu lagi bekerja.

BNPB menyalurkan logistik darurat, menugaskan personel tambahan, dan mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan di beberapa kabupaten.

BNPB memastikan pemerintah tetap melakukan langkah-langkah percepatan pemulihan, mulai dari pemetaan kerusakan, penanganan korban, hingga persiapan rehabilitasi pasca bencana.

Demikian itu alasan kenapa banjir sumatera tidak ditetapkan sebagai bencana banjir. Dengan mempertimbangkan parameter formal dan kondisi nyata di lapangan, pemerintah menilai bahwa banjir dan longsor di Sumatera saat ini masih bisa ditangani dalam tingkat bencana daerah.

Baca Juga: Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo, Rumah Terakhir Gajah Sumatera yang Direbut Kebun Sawit Ilegal

Meski demikian, keterlibatan pemerintah pusat tetap intensif untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi dan proses penanganan berjalan cepat.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah agar penanganan bencana berlangsung efektif dan tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More