Suara.com - Pilihan minuman sehari-hari ternyata tidak sekadar soal selera atau kebiasaan. Penelitian jangka panjang terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan berpotensi mempengaruhi kesehatan tulang, khususnya pada perempuan lanjut usia. Temuan ini menambah daftar faktor gaya hidup yang perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia.
Mengutip SciTech Daily (14/12/2025), penelitian tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Flinders University, Australia, yang memantau hampir 10.000 perempuan berusia 65 tahun ke atas selama kurun waktu sepuluh tahun.
Studi ini meneliti kaitan antara kebiasaan minum kopi dan teh dengan perubahan kepadatan mineral tulang atau bone mineral density (BMD), indikator penting untuk menilai risiko osteoporosis.
Osteoporosis sendiri masih menjadi persoalan kesehatan global. Penyakit ini menyerang sekitar satu dari tiga perempuan di atas usia 50 tahun dan menjadi penyebab jutaan kasus patah tulang setiap tahunnya.
Kopi dan teh termasuk minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia, para peneliti menilai penting untuk memahami dampaknya terhadap tulang secara lebih mendalam.
Dalam studi ini, para partisipan secara rutin melaporkan jumlah kopi dan teh yang mereka konsumsi. Pada saat yang sama, peneliti menggunakan metode pencitraan medis untuk memantau perubahan kepadatan tulang di area pinggul dan leher tulang paha, dua bagian tubuh yang sangat berkaitan dengan risiko patah tulang serius pada lansia.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan menarik antara kopi dan teh. Perempuan yang rutin minum teh diketahui memiliki kepadatan tulang pinggul sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi teh. Meski selisihnya tidak terlalu besar, perbedaan ini dinilai cukup berarti jika dilihat dalam skala populasi.
Sebaliknya, efek kopi terhadap tulang cenderung lebih kompleks. Konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, tidak menunjukkan dampak negatif yang signifikan terhadap kepadatan tulang.
Namun, risiko mulai terlihat pada mereka yang minum kopi dalam jumlah tinggi. Perempuan yang mengonsumsi lebih dari lima cangkir kopi per hari tercatat memiliki BMD lebih rendah dibandingkan peminum kopi moderat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Orang Tua 50 Tahun ke Atas
Mengutip SciTech Daily (14/12/2025), peneliti juga menemukan bahwa dampak kopi tidak selalu sama pada setiap individu.
Perempuan dengan riwayat konsumsi alkohol yang lebih tinggi tampaknya mengalami efek negatif kopi yang lebih besar terhadap kesehatan tulang. Sementara itu, teh justru menunjukkan manfaat yang lebih jelas pada perempuan dengan obesitas.
Menurut para peneliti, perbedaan ini kemungkinan berkaitan dengan kandungan senyawa aktif dalam minuman tersebut. Teh mengandung katekin, senyawa alami yang diduga dapat membantu pembentukan tulang sekaligus memperlambat proses penguraian tulang.
Sebaliknya, kafein dalam kopi diketahui dapat mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, meskipun efeknya relatif kecil dan bisa dikurangi dengan tambahan susu.
Meski begitu, para ahli menekankan bahwa hasil penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti penikmat kopi. Perubahan kepadatan tulang yang ditemukan tergolong kecil dan tidak cukup besar untuk memicu perubahan drastis dalam kebiasaan minum seseorang.
Para peneliti menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi individu untuk langsung berhenti minum kopi atau memaksakan diri minum teh dalam jumlah besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
3 Shio Diprediksi Paling Hoki pada 2-8 Februari 2026, Siapa Saja?
-
5 Arti Mimpi Dikejar Hantu, Apakah Sebuah Pertanda Buruk?
-
6 Deterjen Antibakteri agar Baju Tak Bau Apek di Musim Hujan, Mulai Rp14 Ribuan
-
7 Sepatu Lari Lokal Anti Air Senyaman On Cloud Ori, Harga Mulai Rp400 Ribuan
-
Apa Itu Saham Blue Chip? Kenali untuk Investasi Jangka Panjang
-
Cek Jadwal Libur Awal Ramadhan 2026 Anak Sekolah SD-SMA di Berbagai Provinsi!
-
7 Produk Wardah Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Cerah dan Muda Lagi
-
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban Sekaligus Ayyamul Bidh, Ini Hukum Menggabungkannya
-
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
-
4 Moisturizer Lokal yang Mengandung Kolagen untuk Mengencangkan Kulit Kendur Usia 50-an