- Gaya hidup urban Asia kini memprioritaskan keseimbangan antara hunian, kerja, dan kesehatan melalui inovasi ruang terintegrasi.
- Pengembang di negara seperti Malaysia, Indonesia, dan Singapura fokus menciptakan township yang mengintegrasikan hidup, bekerja, dan rekreasi.
- Tren *live-work-play* bertujuan meningkatkan kualitas hidup dengan desain cerdas, fasilitas wellness, dan keberlanjutan lingkungan perkotaan.
Suara.com - Gaya hidup urban di Asia kini semakin mengutamakan keseimbangan antara hunian, ruang kerja, dan kesehatan. Tren terbaru menunjukkan bahwa orang tidak lagi sekadar mencari tempat tinggal atau kantor, tetapi lingkungan yang mendukung produktivitas, kenyamanan, dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Dari gedung pencakar langit hingga township modern, para pengembang dan perancang kota berinovasi menciptakan ruang yang memadukan desain cerdas, teknologi, dan komunitas yang berkembang, menjadikan kota masa depan lebih hidup dan berkelanjutan.
Beberapa proyek terbaru menunjukkan bagaimana pengembang dan perancang kota di Asia merespons kebutuhan gaya hidup modern ini.
Salah satunya terlihat dalam PropertyGuru Asia Property Awards Grand Final 2025, yang digelar oleh PropertyGuru Group di Bangkok. Ajang ini menobatkan para pengembang, proyek, dan desain terbaik dari seluruh Asia, menyoroti inovasi yang menggabungkan hunian, ruang kerja, dan komunitas sehat.
Di Malaysia, JLand Group menonjol dengan proyek township multi-generasi yang fleksibel dan berkelanjutan, sementara Sinar Mas Land di Indonesia menghadirkan BSD City dan Grand Wisata sebagai kawasan live–work–play, mengintegrasikan hunian, kantor, dan fasilitas rekreasi.
Vietnam juga menjadi sorotan, dengan CapitaLand Development dan Gamuda Land yang menghadirkan proyek ramah lingkungan dan teknologi modern, menciptakan komunitas yang sehat dan aktif.
Di Singapura, UOL Group Limited memadukan hunian premium dengan konsep wellness, ruang terbuka hijau, dan akses mudah ke fasilitas urban.
Tren live–work–play kini menjadi favorit di Asia. Konsep ini memungkinkan penghuni tinggal, bekerja, dan bersantai di satu kawasan terpadu, mengurangi waktu perjalanan dan meningkatkan keseimbangan hidup.
Proyek-proyek ini juga menekankan wellness, menyediakan jalur pejalan kaki, taman, fasilitas olahraga, dan akses layanan kesehatan, sehingga hunian bukan hanya tempat tinggal, tetapi lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.
Baca Juga: Wonderful Indonesia Wellness 2025 Sukses Digelar Selama Sebulan, Mustika Ratu Ungkap Kontribusinya
Selain hunian, ajang PropertyGuru Asia Property Awards juga menyoroti inovasi dalam desain ruang kerja. Para pengembang menekankan fleksibilitas dan kenyamanan di area komersial, serta menghadirkan co-working space, fasilitas meeting, dan integrasi teknologi cerdas.
Hal ini menunjukkan bahwa hunian dan ruang kerja kini saling terkait dalam membentuk komunitas yang produktif, nyaman, dan ramah lingkungan.
Para pemenang Grand Final 2025 membuktikan bahwa desain masa depan tidak hanya tentang estetika, tetapi juga tentang menciptakan nilai jangka panjang bagi penghuni dan komunitas.
Township, superblock, dan hunian urban dirancang untuk retensi penghuni, investasi berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan fokus pada keberlanjutan, wellness, dan teknologi, kota-kota Asia masa depan menjanjikan lingkungan hidup yang dinamis dan inklusif.
Tren hunian, ruang kerja, dan wellness bukan lagi sekadar konsep, melainkan bagian dari gaya hidup urban modern, di mana kenyamanan, produktivitas, dan kesehatan menjadi prioritas utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman
-
SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September