Lifestyle / Male
Minggu, 04 Januari 2026 | 08:14 WIB
Nino Fediawan Kusmedi. (Suara.com/Vania)
Baca 10 detik
  • Nino Fediawan Kusmedi, auditor berpengalaman dua dekade, memiliki latar belakang pendidikan Akuntansi UI dan MBA ITB.
  • Audit sangat penting untuk memverifikasi kewajaran laporan keuangan demi menjaga kepercayaan publik, investor, dan regulator.
  • Profesi auditor menghadapi tantangan berbeda antara independensi eksternal dan tekanan politik internal dalam lingkungan kerja.

Ia membagi audit ke dalam beberapa jenis utama:

1. External Audit

Dilakukan oleh kantor akuntan publik independen untuk mengaudit laporan keuangan. Fokusnya adalah kewajaran angka, bukan mendeteksi seluruh kecurangan.

2. Internal Audit

Dilakukan dari dalam perusahaan, namun tetap harus independen dari manajemen. Tugasnya bukan hanya soal angka, tetapi menilai proses bisnis: apakah strategi dijalankan dengan benar, apakah pengadaan efisien, dan apakah tata kelola berjalan sesuai prinsip good corporate governance.

3. Special Audit atau Fraud Audit

Audit investigatif ketika sudah ada indikasi kuat kecurangan.

4. Compliance Audit

Audit kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang, termasuk kepatuhan lintas negara dan standar global.

Baca Juga: Bantah Tuduhan Jadi Simpanan, Aura Kasih: Sinetron Gue Banyak!

“Kalau orang bilang ‘sudah diaudit kok masih ada kasus’, pertanyaannya audit yang mana dulu?” ujarnya.

Saat Audit Menjadi Tidak Populer

Dalam praktiknya, auditor tidak selalu disambut hangat. Nino menegaskan satu hal: orang yang paling tidak suka diaudit biasanya adalah mereka yang boros, tidak efisien, atau punya konflik kepentingan.

“Kalau auditor tidak berani, semua akan terlihat rapi di atas kertas,” katanya.

Di sinilah tantangan terbesar auditor muncul: berani menyampaikan kebenaran, meski berisiko pada karier sendiri.

External vs Internal Auditor: Tantangan yang Berbeda

Load More