- Nino Fediawan Kusmedi, auditor berpengalaman dua dekade, memiliki latar belakang pendidikan Akuntansi UI dan MBA ITB.
- Audit sangat penting untuk memverifikasi kewajaran laporan keuangan demi menjaga kepercayaan publik, investor, dan regulator.
- Profesi auditor menghadapi tantangan berbeda antara independensi eksternal dan tekanan politik internal dalam lingkungan kerja.
Suara.com - Di balik angka-angka dalam laporan keuangan, ada profesi yang sering kali bekerja dalam senyap, namun menentukan kepercayaan publik: auditor. Profesi ini bukan sekadar soal menghitung laba dan aset, tetapi juga tentang menjaga integritas, keberanian bersuara, dan konsistensi nilai di tengah tekanan bisnis dan kekuasaan.
Nama Nino Fediawan Kusmedi adalah salah satu sosok yang telah menapaki jalur ini selama lebih dari dua dekade. Lulusan Akuntansi Universitas Indonesia ini membangun karier auditor lintas negara, dengan spektrum pengalaman yang luas, terutama di industri energi, minyak dan gas, petrokimia, hingga investasi.
Dengan latar pendidikan lanjutan Master of Business Administration (MBA) dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung serta Master in Information Systems Management dari Universitas Bina Nusantara, Nino dikenal sebagai auditor yang tidak hanya paham angka, tetapi juga proses bisnis, teknologi, dan strategi.
Dari Akuntansi ke Audit: Jalan yang Hampir Selalu Ditempuh
Bagi banyak lulusan akuntansi, audit adalah pintu masuk karier yang paling umum. Hal yang sama dialami Nino. Setelah menyelesaikan studi akuntansi di UI, ia memulai karier di dunia audit, terlibat langsung dalam pemeriksaan laporan keuangan dan proses bisnis perusahaan energi multinasional.
Pengalamannya dimulai dari Chevron (Unocal Indonesia), sebelum berlanjut ke berbagai perusahaan global, termasuk Al-Ghurair Investment di Dubai. Dari sana, jalur audit membawanya ke posisi strategis di perusahaan joint venture raksasa seperti ORYX GTL (QatarEnergy–Sasol).
“Kalau sebuah perusahaan bilang labanya 200 miliar tapi belum diaudit, orang yang paham bisnis nggak akan langsung percaya,” katanya menggambarkan tugas seorang auditor secara awam, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Audit hadir sebagai proses verifikasi. Angka laba bisa naik, turun, atau bahkan berubah total setelah diuji. Tujuannya satu: laporan keuangan disajikan secara wajar (fairly stated).
Inilah mengapa laporan yang sudah diaudit memiliki bobot kepercayaan lebih tinggi. Ia bukan lagi sekadar “angka versi manajemen”, melainkan angka yang telah diverifikasi pihak independen.
Baca Juga: Bantah Tuduhan Jadi Simpanan, Aura Kasih: Sinetron Gue Banyak!
Mengapa Audit Itu Penting?
Menurut Nino, audit dibutuhkan agar pihak luar—investor, kreditor, regulator, hingga publik—memiliki dasar kepercayaan. Tanpa audit, laporan keuangan hanyalah klaim sepihak.
Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis entitas yang wajib diaudit, antara lain:
- Perusahaan terbuka (Tbk) yang menghimpun dana dari publik
- Perusahaan yang mengelola dana pihak ketiga, seperti bank
- BUMN, sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan uang negara
Audit memungkinkan perbandingan yang adil antarperusahaan. Kata Nino, aset Rp5 triliun milik satu perusahaan dan Rp5 triliun milik perusahaan lain hanya bisa dibandingkan jika keduanya disusun dengan standar audit yang sama.
Tidak Semua Audit Itu Sama
Bagi publik awam, audit sering disederhanakan sebagai “memeriksa laporan keuangan”. Padahal, dunia audit jauh lebih luas—terutama di level yang dijalani Nino sebagai Chief Audit Executive, posisi yang membuatnya bekerja langsung dengan Dewan Direksi dan Komite Audit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Apa Itu Sepatu Lari Carbon Plate? Ini Ciri-ciri, Kelebihan, dan Rekomendasi Merek Lokal hingga Luar
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?
-
Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat
-
Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian