- UGM membentuk tujuh kelompok kerja lintas disiplin untuk respons bencana hidrometeorologi terkoordinasi berbasis data di Sumatera.
- Tim UGM berhasil menyelesaikan pemetaan spasial kebencanaan yang menjadi rujukan penting perencanaan respons dan pemulihan nasional.
- Melalui AHS, UGM memberikan layanan kesehatan komprehensif dan membangun hunian adaptif bagi warga terdampak pascabencana.
Pada sektor kesehatan, UGM secara berkala mengirim tim medis ke Aceh dan wilayah terdampak lainnya di Sumatera melalui jejaring Academic Health System (AHS) UGM.
“Tim ini melibatkan tenaga kesehatan lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat,dan Keperawatan, Rumah Sakit Akademik dan jejaring layanan kesehatan akademik UGM,” bebernya.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan rawat jalan dan darurat, layanan spesialis, serta kunjungan mobile clinic dan home visit.
Pendekatan berlapis ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan sejak fase darurat hingga transisi pemulihan.
Berdasarkan data respons AHS UGM hingga 2 Januari 2026, tim telah diturunkan dalam 7 batch pelayanan di Aceh Utara dan Bener Meriah dengan rata-rata 17 tenaga kesehatan per batch.
Selama masa tugas tujuh hari per batch, layanan menjangkau sedikitnya 4.127 warga terdampak dengan cakupan 50 hingga 100 pasien per hari di Aceh Utara dan Bener Meriah.
Petugas memberikan layanan kesehatan di beberapa lokasi diantaranya pos pengungsian, RSUD Muchtar Hasbi, 9 wilayah puskesmas terdampak di Aceh Utara, dan 3 Puskesmas terdampak di Bener Meriah.
Selain layanan klinis, tim AHS UGM juga mendukung penguatan sistem kesehatan
melalui perbaikan sarana penunjang seperti listrik dan genset, sanitasi, serta koordinasi logistik medis dan Emergency Medical Team (EMT).
Pendekatan ini menegaskan peran AHS UGM dalam mengintegrasikan layanan klinis, kesehatan masyarakat, dan penguatan sistem kesehatan
pascabencana.
Baca Juga: 'Tidak Ada Nasi Hari Ini', Anak Aceh Bertahan dengan Satu Sendok Makan
Dukungan psikososial menjadi bagian penting dari respons UGM dalam penanganan dampak bencana.
Melalui tim psikologi dan relawan terlatih, UGM memberikan layanan pendampingan dan trauma healing bagi warga terdampak, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Mahasiswa turut dilibatkan melalui pelatihan khusus agar mampu mendukung pemulihan mental secara bertanggung jawab. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat pascabencana.
Pada aspek pemenuhan kebutuhan dasar air bersih, UGM bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar dan Politeknik Negeri Lhokseumawe memasang sistem penjernih air bertenaga surya di wilayah terdampak banjir untuk memperkuat layanan air bersih masyarakat dan fasilitas kesehatan.
Sistem ini memiliki kapasitas 500 sampai 1.000 galon per hari atau setara 1.900 hingga 3.800 liter per hari, mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih bagi ratusan warga, terutama di posko pengungsian dan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Lokasi pemasangan awal dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Bener Meriah dan berdasarkan hasil asesmen awal akan diprioritaskan di Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, serta Polindes di wilayah Simpur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
Pilihan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
-
Rupiah Makin Loyo, Kini Tembus Rp16.780
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
Terkini
-
Mengenal Tokoh Indonesia dari Sisi yang Jarang Diceritakan lewat FIGURA, Apa Itu?
-
5 Shio Panen Keberuntungan di 8 Januari 2026, Ada Kuda dan Macan
-
Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Prediksi Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Apakah Vaksin Influenza Ampuh Cegah Superflu? Ini 4 Kelompok yang Jadi Prioritas
-
Rasa Eksotis: Mengapa Botok Tawon Kini Jadi Primadona Kuliner?
-
Kapan CPNS 2026 Dibuka? Ini Syarat dan Dokumen yang Perlu Kamu Siapkan
-
8 Rahasia Ampuh Mengatasi Kerutan di Bawah Mata
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Matcha, Wanginya Bikin Rileks
-
6 Kipas Portable Mini yang Praktis Dibawa Pergi, Baterai Tahan Lama
-
5 Lipstik Wardah yang Warnanya Pas untuk Tone Kulit Indonesia