- Generasi pekerja kini mengutamakan kedekatan ruang kerja dengan tempat tinggal, bukan lagi prestise lokasi kantor di pusat kota Jakarta.
- Bekerja dekat rumah menawarkan keseimbangan hidup lebih lentur, efisiensi waktu signifikan, serta peningkatan kesehatan mental pekerja.
- Kawasan penyangga seperti Tangerang kini menjadi ekosistem urban lengkap yang menawarkan peluang karier dan integrasi ruang bisnis dengan alam.
Mulai dari startup, ritel modern, hingga korporasi besar kini membuka kantor satelit atau cabang di wilayah seperti Gading Serpong. Peluang kerja dan usaha terbuka lebar tanpa harus pergi jauh.
“Kawasan ini bertransformasi menjadi ekosistem bisnis berskala besar, sekaligus pusat ekonomi, sosial, dan gaya hidup yang dinamis,” tambah Chrissandy.
5. Integrasi Bisnis dan Ruang Hijau: Bekerja Sambil Merawat Lingkungan
Alasan terakhir, tren bekerja dekat rumah didukung oleh desain kawasan yang semakin ramah lingkungan. Kawasan bisnis modern tidak lagi didominasi hutan beton, melainkan mulai merangkul konsep yang menyatukan ruang usaha dengan alam terbuka.
Salah satu manifestasi nyata dari konsep ini adalah kawasan Maggiore Signature East di Gading Serpong. Mengusung tema ‘Premium Business, Natural Vibes’, kawasan ini mengintegrasikan area komersial dengan Maggiore Hills Park, sebuah ruang terbuka hijau seluas 2,3 hektare di tepian Situ Cihuni.
Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, menjelaskan bahwa desain bangunan di sini sengaja dibuat terbuka untuk merespons kebutuhan lingkungan.
“Area komersial ini dilengkapi double facade yang menghadap taman untuk memaksimalkan potensi lokasinya, serta koridor terbuka street gallery,” ujar Henry.
Dengan fasilitas seperti jogging track dan area pejalan kaki yang asri, aktivitas ekonomi tidak lagi memisahkan manusia dari alam. Bekerja di kawasan seperti ini memungkinkan interaksi yang lebih sehat dengan lingkungan, memberikan jeda berkualitas di tengah kesibukan bisnis.
Kesimpulannya, ketika kantor, kafe, dan rumah berada dalam satu radius yang asri, bekerja tidak lagi terasa sebagai beban perjalanan yang melelahkan. Di tengah padatnya ritme kota modern, kedekatan ruang justru memberi jarak yang sangat dibutuhkan untuk bernapas dan menikmati hidup.
Baca Juga: Workplace Bullying: Silent Treatment dan Pekerjaan Tidak Adil Dinormalisasi
Berita Terkait
-
Aksi Buang Sampah Warnai Protes di Kantor Wali Kota Tangsel
-
Kenapa Penerima Bansos di Kantor Pos Harus Foto Diri dengan KTP dan KK? Ini Penjelasan Dirut PT Pos
-
BLTS Rp 900 Ribu di Aceh Tamiang Disalurkan Manual, Kantor Pos Masih Rusak Pascabencana
-
Hari Terakhir Pencairan BLTS Rp900 Ribu, Kantor Pos Buka hingga Tengah Malam
-
Kejar Tayang: Pemerintah Pastikan 17 Juta KPM Terima BLT Kesra Rp900 Ribu Via Kantor Pos
Terpopuler
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
5 Rekomendasi Cushion yang Bisa di-Refill agar Lebih Hemat, Flawless Tanpa Boros
-
Tanda Wajah Tidak Cocok dengan Moisturizer? Ini 4 Rekomendasi yang Aman
-
5 Rekomendasi Sunscreen Cowok Terbaik 2026, Lindungi Wajah dari Kusam dan Penuaan
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat 16 Inch, Ringan dan Nyaman untuk Gowes Harian
-
Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir
-
5 Rekomendasi Cushion Korea Terbaik untuk Tutup Noda Hitam Tanpa Terlihat Dempul
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
5 Sepatu New Balance Diskon 50 Persen di Sports Station, Gaya Kekinian Hemat Uang
-
Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?
-
Mending Cushion atau Skin Tint untuk Hasil Natural? Cek Perbedaan dan 6 Rekomendasinya