- Penyaluran BLTS Rp900 ribu di Aceh Tamiang dilakukan manual karena tiga kantor pos rusak pasca bencana.
- PT Pos mencatat kendala teknis seperti transportasi dan listrik menghambat operasi normal kantor cabang di sana.
- Kemensos menargetkan 35 juta KPM; 33,2 juta sudah menerima bantuan, 18 juta melalui Kantor Pos.
Suara.com - Bantuan langsung tunai sementara (BLTS) sebesar Rp900 ribu dari Kementerian Sosial di Kabupaten Aceh Tamiang disalurkan secara manual.
Tindakan itu dilakukan akibat sejumlah kantor pos di sana, yang menjadi tempat penyaluran bansos, masih rusak pasca terkena bencana.
"Sampai hari ini, tiga kantor pos cabang, kantor cabang pembantu kita yang belum bisa beroperasi. Khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang ada tiga KCP kita yang belum beroperasi," kata plt. Dirut PT POS Haris usai dampingi Menteri Sosial saat penyaluran BLTS di Kantor POS Cikini, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Diakui Haris kalau hingga saat ini masih ada kendala teknis dalam menyalurkan bansos di Aceh Tamiang. Sehingga, penyaluran BLTS dilakukan secara manual dengan mendatangi keluarga penerima manfaat (KPM) di pengungsian.
"Ada kendala untuk transportasi ke daerah tersebut kemudian sarana listrik dan sebagainya, jadi tiga kantor cabang kita ini kita lakukan pembayaran secara manual," ucapnya.
Target Kemensos ada 35 juta KPM yang akan menerima bantuan uang tunai tersebut. Hingga saat ini yang telah mendapatkan BLTS tersebut tercatat 33,2 juta KPM. Dari jumlah tersebut, hanya 18 juta KPM yang disalurkan melalui kantor Pos. Sementara sisanya, 17 juta KPM ditransfer melalui rekening Himpunan Bank Negara (Himbara).
Haris mengklaim, kalau pihaknya telah menyalurkan BLTS hingga 89 persen dari alokasi yang ada. Hari ini menjadi waktu terakhir penyaluran BLTS sebelum nantinya kantor pos akan libur Tahun Baru.
"Sampai saat ini teman-teman kami terus bersama dengan pendamping dari teman-teman Kemensos untuk terus mencari dan menemukan teman-teman kita yang berhak menerima ini. Sejak hari Senin kemarin kami juga meningkatkan informasi sosialisasi melalui media cetak, media elektronik maupun media sosial," ucapnya.
Untuk mengoptimalkan proses penyaluran, Haris mengatakan kalau pihaknya telah meminta seluruh Kantor Pos untuk membuka operasional hari ini sampai pukul 12 malam.
Baca Juga: Bencana Aceh 2025: PLN Catat 442 Titik Kerusakan Listrik, Jauh Melampaui Dampak Tsunami 2004
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang