Lifestyle / Komunitas
Minggu, 11 Januari 2026 | 09:21 WIB
buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans (Instagram.com/aurelie)
Baca 10 detik
  • Buku memoar Aurelie Moeremans, Broken Strings, yang dirilis gratis, menceritakan pengalaman traumatis sejak usia 15 tahun.
  • Isi buku meliputi grooming, manipulasi emosional, kekerasan fisik dan seksual yang dialami Aurelie oleh pelaku bernama Bobby.
  • Penting adanya trigger warning karena buku ini menyajikan secara mentah kisah trauma, kekerasan, dan proses penyembuhan yang sensitif.

Suara.com - Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pembaca Indonesia sejak dirilis secara gratis.

Memoar pribadi ini menceritakan pengalaman traumatis Aurelie sebagai penyintas grooming dan hubungan abusif yang dimulai sejak usianya masih sangat muda, sekitar 15 tahun.

Dengan gaya penulisan yang jujur, santai, dan seperti curhatan harian, buku ini bukan hanya kisah pilu, tapi juga inspirasi tentang proses penyembuhan dan kekuatan untuk bangkit.

Namun, karena isinya yang sensitif, Aurelie sendiri menekankan pentingnya trigger warning agar pembaca bisa mempersiapkan diri secara mental.

Trigger warning adalah peringatan tentang konten yang mungkin memicu trauma atau ketidaknyamanan, terutama bagi mereka yang pernah mengalami hal serupa.

Dalam buku ini, Aurelie membuka luka lama tentang seorang pria dewasa bernama samaran Bobby yang awalnya tampak penuh perhatian, tapi lambat laun berubah menjadi sosok manipulatif dan abusif.

Kisah ini menggambarkan bagaimana masa muda Aurelie dicuri oleh pengalaman traumatis yang merampas kebebasan dan rasa amannya.

Bagi pembaca, trigger warning sangat krusial karena buku ini tidak meromantisasi kekerasan, melainkan menyajikannya secara mentah dari sudut pandang korban.

Jika kamu berencana membaca Broken Strings, berikut adalah 7 trigger warning utama yang perlu diperhatikan, beserta penjelasannya.

Baca Juga: Sinopsis Broken Strings, Buku Aurelie Moeremans yang Angkat Isu Grooming

1. Grooming Anak

Ini adalah salah satu trigger utama yang mendominasi cerita. Grooming merujuk pada proses di mana pelaku dewasa membangun kepercayaan dengan anak atau remaja untuk tujuan eksploitasi.

Dalam buku, Aurelie menceritakan bagaimana Bobby, seorang pria dewasa, mendekatinya saat ia baru saja tiba di Indonesia dan berusaha menjadi artis.

Proses ini dimulai dengan perhatian palsu yang membuatnya merasa aman, tapi berujung pada kontrol total.

Bagi pembaca yang pernah mengalami atau dekat dengan kasus grooming, bagian ini bisa sangat memicu rasa marah, sedih, atau flashback trauma masa kecil.

2. Manipulasi Emosional

Aurelie secara detail menggambarkan bagaimana Bobby menggunakan taktik manipulasi untuk mengendalikan emosinya. Ini termasuk gaslighting, isolasi dari keluarga dan teman, serta permainan psikologis yang membuat Aurelie merasa tidak percaya diri dan bergantung padanya.

Trigger ini bisa membuat pembaca yang pernah berada dalam hubungan toksik merasa cemas atau teringat pengalaman buruk mereka.

Load More