Lifestyle / Komunitas
Rabu, 14 Januari 2026 | 07:30 WIB
Peringatan Isra Miraj (Freepik)
Baca 10 detik
  • Isra Miraj 2026 jatuh pada 16 Januari sebagai peringatan perjalanan Nabi.

  • Rasulullah menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

  • Peristiwa ini menjadi bentuk penghiburan Allah saat Nabi mengalami tahun kesedihan.

Suara.com - Isra Mi'raj yang jatuh pada tanggal 16 Januari 2026 nanti merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam.

Isra Mi'raj yang merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam satu malam ini bukan sekadar kisah ajaib, melainkan peristiwa turunnya perintah salat lima waktu yang menjadi tiang agama bagi umat Muslim.

Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab yang tahun ini jatuh pada 16 Januari 2026.

Apa Itu Isra Mi'raj?

Secara harfiah, peristiwa ini terbagi menjadi dua bagian:

  • Isra: Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem) menggunakan Buraq, hewan putih yang sangat cepat.
  • Miraj: Perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa naik ke langit ketujuh hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi untuk bertemu Allah SWT.

Terjadi di Tahun Kesedihan (Aam al-Huzn)

Ilustrasi Isra Miraj 2024 (Freepik)

Isra Mi'raj tidak terjadi begitu saja. Peristiwa ini dialami Rasulullah SAW pada periode sulit dakwahnya di Mekkah sekitar tahun ke-10 atau ke-12 kenabian.

Saat itu, Nabi baru saja kehilangan istri tercinta, Sayyidah Khadijah dan pamannya yang selalu melindungi, Abu Thalib.

Tahun tersebut dikenal sebagai Aam al-Huzn atau Tahun Kesedihan.

Baca Juga: Dikaitkan dengan Buku Aurelie, Roby Tremonti Nangis-Nangis Minta Diundang ke Podcast Denny Sumargo

Allah SWT pun memperjalankan Nabi sebagai bentuk penghiburan sekaligus penguatan mental bagi beliau.

Kronologi Perjalanan Menembus Langit

Dalam perjalanan Miraj, Nabi Muhammad SAW melewati tujuh lapisan langit dan bertemu dengan para nabi terdahulu, di antaranya:

  • Langit ke-1: Bertemu Nabi Adam AS.
  • Langit ke-2: Bertemu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.
  • Langit ke-3: Bertemu Nabi Yusuf AS.
  • Langit ke-4: Bertemu Nabi Idris AS.
  • Langit ke-5: Bertemu Nabi Harun AS.
  • Langit ke-6: Bertemu Nabi Musa AS.
  • Langit ke-7: Bertemu Nabi Ibrahim AS.

Puncak perjalanan adalah di Sidratul Muntaha, di mana Nabi menerima perintah salat.

Awalnya, Allah SWT mewajibkan umat Muslim salat 50 waktu dalam sehari.

Namun, atas saran Nabi Musa AS yang khawatir umat Muhammad tidak akan sanggup, Rasulullah meminta keringanan berkali-kali hingga akhirnya ditetapkan menjadi salat 5 waktu sehari semalam.

Load More