Kiprah Panjang Kak Seto di Dunia Anak-anak
Perjalanan Kak Seto bersama dunia anak dimulai sejak 4 April 1970, saat ia diperkenalkan secara resmi oleh Pak Kasur sebagai "Kak Seto". Sebelumnya, ia memang telah menjadi guru taman kanak-kanak di sekolah yang dikelola Pak Kasur dan Bu Kasur.
Nama Kak Seto mulai dikenal luas ketika ia tampil di berbagai acara anak di televisi. Ia tidak hanya berperan sebagai pendongeng, tetapi juga sebagai figur pendidik yang mengajak anak belajar sambil bermain.
Karakter Si Komo yang ia ciptakan menjadi simbol pendekatan edukasi yang ramah anak. Pendekatan inilah yang membuatnya begitu lekat dengan citra "Sahabat Anak".
Selain tampil di media, Kak Seto juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia pernah terlibat dalam kampanye perdamaian di luar negeri sebagai pendongeng untuk anak-anak korban konflik.
Di Indonesia, ia dikenal aktif dalam trauma healing bagi anak-anak korban bencana dan tragedi. Kiprah inilah yang kemudian mengantarkannya memimpin lembaga perlindungan anak dan mendirikan Homeschooling Kak Seto, sebuah sekolah alternatif dengan pendekatan ramah anak dan fleksibel.
Posisi Kak Seto semakin strategis ketika ia dipercaya memimpin lembaga perlindungan anak, termasuk menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak dan kemudian dikenal sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).
Ia kerap tampil memberikan pandangan sebagai pakar psikologi anak, baik di media maupun dalam forum-forum kebijakan. Pendapatnya sering dijadikan rujukan dalam isu kekerasan terhadap anak, pengasuhan, hingga pendidikan karakter.
Seluruh rangkaian kiprah inilah yang membentuk citra Kak Seto sebagai tokoh sentral dalam isu anak di Indonesia.
Oleh karena itu, ketika namanya ikut terseret dalam konteks buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans, publik tidak hanya melihatnya sebagai isu personal.
Baca Juga: Klarifikasi Kak Seto Dituding Tak Bantu Aurelie Moeremans Lepas dari Cengkraman 'Bobby'
Terlepas dari kontribusi Kak Seto selama puluhan tahun, sorotan publik terhadap respons lembaga perlindungan anak menunjukkan pentingnya kehadiran yang cepat dan nyata saat keluarga korban membutuhkan pendampingan.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
-
Dari Sunset hingga Pertunjukan Musikal, Ini 5 Cara Seru Menghabiskan Libur Panjang di Jakarta
-
Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan
-
Bulan Juni 2026 Ada Berapa Tanggal Merah? Cek Jadwal Libur dan Cuti Bersama
-
Keren! Remaja Ini Teliti Teh Kombucha Jadi Inovasi Medis Perban Ramah Lingkungan
-
30 Ucapan Hari Waisak 2026 Singkat Penuh Makna, Lengkap Link Twibbon dan Poster Siap Pakai
-
3 Shio Paling Beruntung Selama 1-7 Juni 2026, Hidup Diprediksi akan Lebih Baik
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian