- Pelajar Indonesia dari Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) raih banyak prestasi di ajang IPITEx 2026 Bangkok.
- Tim Traffigo meraih emas dan penghargaan tertinggi kategori youth dengan sistem manajemen lalu lintas berbasis aplikasi GPS.
- Total sepuluh tim MISJ memenangkan medali emas, perak, serta berbagai penghargaan khusus dari kompetisi internasional tersebut.
Suara.com - Di saat banyak remaja seusianya masih sibuk dengan media sosial, sekelompok pelajar Indonesia justru sibuk memecahkan persoalan nyata, kemacetan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan.
Mereka datang dari Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) dan berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026, salah satu kompetisi inovasi terbesar di Asia.
Ajang yang digelar pada 5–9 Januari 2026 di BITEC, Bangkok ini diikuti oleh 883 tim dari 24 negara. Di tengah ketatnya persaingan para inovator muda dunia, para siswa Indonesia justru tampil mencolok.
Sebanyak 10 tim MISJ berhasil mendapatkan sederet prestasi membanggakan, mulai dari medali emas, perak, hingga special award internasional dan penghargaan tertinggi kategori youth.
Salah satu sorotan utama datang dari Tim Traffigo yang terdiri dari Zihny, Arga, Tala, Erlangga, Jason, Affan, dan Fathir. Mereka tidak hanya berhasil meraih medali emas, tetapi juga memperoleh Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University serta dianugerahi International Young Inventor Award, penghargaan tertinggi kategori youth pada IPITEx 2026.
Inovasi yang mereka kembangkan berupa sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile yang memanfaatkan pelacakan GPS dan notifikasi real-time untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah.
Solusi tersebut telah diuji coba di tiga sekolah swasta dan negeri di Jakarta Selatan yang dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi pada jam penjemputan, dengan hasil nyata berupa berkurangnya antrean kendaraan, waktu tunggu yang lebih singkat, serta alur lalu lintas yang lebih tertata dan aman.
Pengalaman tampil di forum internasional itu meninggalkan kesan mendalam bagi para anggotanya. Zihny Amartya Equinarru mengungkapkan, sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyeknya dan tim dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain.
"Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi. Tanpa mereka, kami tidak mungkin bisa meraih pencapaian ini,” kata dia.
Baca Juga: Kaleidoskop Prestasi Bulutangkis Indonesia: 21 Gelar di BWF World Tour 2025
Keberhasilan MISJ tidak berhenti pada Traffigo. Sekolah ini juga meraih medali emas melalui berbagai tim dengan inovasi berbasis teknologi dan dampak nyata.
Salah satunya Dermatect, sebuah sistem skrining kanker kulit (melanoma) non-invasif berbasis automated machine learning melalui aplikasi mobile yang telah diuji di RS Kanker Dharmais Jakarta dan meraih Special Award dari Hongkong Dream Technology.
Ada pula CritterCoach, aplikasi self-care berbasis AI untuk membangun disiplin dan konsistensi pada atlet remaja, TempGo sebagai sistem pengantaran makanan pintar berbasis IoT dengan mekanisme pemanas dan pendingin terintegrasi, serta SoilPin yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan kesehatan tanah.
Selain itu, sejumlah tim MISJ juga berhasil membawa pulang medali perak dan special award internasional dari institusi di Malaysia, menegaskan kualitas inovasi yang dihasilkan para pelajar Indonesia.
Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Prestasi ini menurutnya membuktikan bahwa siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata.
"Kami sangat bangga melihat keberanian, kreativitas, dan kerja keras mereka. Ini bukan semata tentang medali, tetapi tentang membangun karakter pembelajar global yang mampu berpikir kritis dan solutif,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Selesai Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
5 Pilihan Sneakers yang Nyaman untuk Lebaran, Cocok Dipadukan dengan Outfit Hari Raya
-
Terpopuler: Ananda Emira Moeis Anak Siapa? Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret
-
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Perbedaan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
-
4 Zodiak Paling Beruntung di 10 Maret 2026: Rezeki Mengalir, Asmara Ikut Bersinar
-
Resep Kue Kacang yang Lumer dan Wangi untuk Lebaran, Anti Gagal
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Panduan Lengkap Tata Cara dan Niat Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar
-
Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Cara yang Benar
-
9 Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al Quran, Bagaimana Cara Meraihnya?
-
7 Rekomendasi Baju Koko Kucing Terlaris untuk Lebaran 2026, Mulai Rp17 Ribuan!