-
Psikolog Anas Satriyo ungkap alasan remaja korban child grooming sulit melawan pelaku.
-
Bagian otak remaja untuk menilai risiko belum berkembang sempurna secara biologis.
-
Manipulasi halus, relasi kuasa, dan respons trauma membeku menjadi faktor utama.
Suara.com - Kasus child grooming atau manipulasi terhadap anak di bawah umur untuk tujuan eksploitasi seksual, seperti yang dialami artis Aurelie Moeremans sewaktu 15 tahun sering kali memicu pertanyaan sinis dari masyarakat.
Banyak orang dewasa bertanya-tanya korban child grooming seperti Aurelie Moeremans tak bisa melawan.
Menanggapi fenomena tersebut, psikolog anak dan remaja, Anas Satriyo, memberikan penjelasan mendalam yang mematahkan stigma tersebut.
Melalui cuitan di akun Threads-nya pada Selasa (13/1/2026), Anas menegaskan bahwa situasi yang dialami anak-anak korban child grooming tidak sesederhana yang dibayangkan orang dewasa.
Anas Satriyo pun menguraikan 7 alasan psikologis yang menyebabkan remaja korban grooming justru cenderung diam dan terjebak.
1. Otak Remaja Belum Matang untuk Menilai Risiko
Anas mengatakan secara biologis, bagian otak bernama prefrontal cortex pada remaja usia 15-18 tahun belum berkembang sempurna.
Bagian inilah yang berfungsi untuk menilai risiko, membuat keputusan jangka panjang, dan keberanian untuk berkata tidak.
"Bahasa gampangnya, bagian otak untuk menilai bahaya belum matang. Emosi besar, tapi kemampuan melindungi diri secara strategis belum kuat," jelas Anas.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Terbaru Januari 2026
2. Manipulasi Berkedok Perhatian, Bukan Kekerasan
Anas juga menjelaskan bahwa awalnya pelaku grooming bekerja dengan cara manipulasi halus.
Pelaku biasanya datang sebagai sosok penyelamat atau satu-satunya orang yang mengerti kondisi korban saat merasa kesepian.
Hal ini membuat batasan antara apa yang normal dan salah menjadi kabur di pandangan anak remaja.
Korban tidak merasa sedang diserang, melainkan merasa sangat membutuhkan kehadiran pelaku.
3. Dampak Pola Asuh Orang Tua yang Terlalu Keras
Remaja yang tumbuh di lingkungan rumah otoriter dan minim ruang dialog cenderung memiliki pola patuh demi aman.
Sebab, mereka terbiasa takut pada konsekuensi dan sering menyalahkan diri sendiri.
"Saat terancam, yang muncul bukan melawan, tapi di otaknya adalah diam, menuruti, dan bertahan," tambahnya.
4. Tekanan Ekonomi Bikin Tak Berdaya
Latar belakang kemiskinan juga salah satu yang membuat ancaman pelaku terasa sangat nyata.
Bagi remaja yang sejak kecil hidup terbatas dan terbiasa bersyukur meski tidak nyaman, ancaman kehilangan fasilitas atau keamanan dari pelaku terasa seperti kiamat kecil.
Rasa tidak punya pilihan inilah yang memperkuat posisi pelaku melakukan grooming.
5. Pernah Menjadi Korban Bullying
Riwayat pernah dirundung juga merusak harga diri anak dan menciptakan rasa haus akan penerimaan.
Ketika pelaku grooming datang dan terkesan memilih mereka, otak remaja menangkapnya sebagai kesempatan hidup kedua.
Mereka merasa berharga karena ada yang memperhatikan, sehingga sulit untuk melepaskan diri.
6. Relasi Kuasa yang Timpang di Fase Meniti Karier
Kondisi ini sering terjadi pada remaja yang baru masuk ke dunia hiburan atau karier profesional, seperti yang dialami Aurelie Moeremans sewaktu usia 15 tahun.
Sebagai artis pendatang baru yang belum punya kuasa atau perlindungan, kondisi ini bisa membuat korban sangat bergantung pada figur dewasa.
Ketakutan akan kehilangan karier dan kebingungan membedakan relasi personal dengan eksploitasi membuat mereka terjebak.
"Ini bukan pilihan bebas, tapi kondisi terjebak," tegas Anas.
7. Respons Biologis Tubuh
Dalam kondisi trauma atau bahaya, tubuh manusia memiliki tiga respons alami: fight (melawan), flight (kabur), atau freeze (membeku).
Sayangnya, banyak korban grooming masuk ke mode freeze ketika dalam kondisi trauma atau bahaya.
Mereka memilih pasrah atau mengikuti perintah pelaku demi selamat.
Anas menekankan bahwa ini adalah reaksi biologis tubuh dan otak, bukan tanda kelemahan karakter atau tanda bahwa korban menikmati perlakuan tersebut.
Sebagai penutup, Anas Satriyo mengingatkan masyarakat untuk berhenti menyalahkan korban dengan logika orang dewasa.
"Pertanyaan 'Kenapa tidak melawan?' adalah pertanyaan dari otak usia dewasa yang merasa aman. Korban saat itu hidup dalam otak remaja, trauma, relasi kuasa, dan ancaman. Yang dialami korban bukan ketidakberanian, tapi manipulasi sistematis dan kondisi hidup yang membuat pilihan terasa tidak ada," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Masih 16 Tahun, Adegan Ranjang Richelle Skornicki dengan Aliando di Pernikahan Dini Gen Z Dikecam
-
Siapa Kelly, Milo, Tom dan Zane di Broken Strings Aurelie Moeremans, Ada yang Kena Karma?
-
Rekam Jejak Kak Seto yang Ikut Terseret Isu Child Grooming Aurelie Moeremans
-
KPAI Soal Kisah Aurelie Moeremans: Child Grooming Kerap Tak Terdeteksi karena Minim Pengetahuan
-
Apa Pekerjaan Roby Tremonti? Diduga Ingin Sewa Buzzer Tapi Bayarnya Pakai 'Take and Give'
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
5 Cat Rambut Uban yang Halal dan Wudhu Friendly, Lebih Alami dan Aman Buat Salat
-
Kronologi Kak Seto Dituduh Tak Tanggapi Aduan Ibu Aurelie Moeremans
-
Biodata dan Pendidikan Kak Seto yang Terseret Kasus Aurelie Moeremans
-
16 Januari 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan Resmi Berdasarkan SKB 3 Menteri
-
Contoh Susunan Acara Isra Miraj 2026 yang Praktis dan Menarik unuk Berbagai Tempat
-
Contoh Surat Undangan Isra Miraj 1447 H, Lengkap untuk Sekolah Masjid dan Warga
-
5 Cushion dengan Coverage Tinggi untuk Samarkan Flek Hitam Usia 45 Tahun
-
Siapa Kelly, Milo, Tom dan Zane di Broken Strings Aurelie Moeremans, Ada yang Kena Karma?
-
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
-
Rekam Jejak Kak Seto yang Ikut Terseret Isu Child Grooming Aurelie Moeremans